Telur Luar Daerah tak Lagi Masuk Mataram

MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyetop sementara mendatangkan telur dari luar daerah baik dari Pulau Bali maupun Jawa, sebagai upaya pengendalian harga.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, H Mutawalli di Mataram, Senin, mengatakan, banyaknya stok telur dari luar daerah yang masuk merusak harga telur lokal.

“Karena itu untuk sementara rekomendasi mendatangkan telur dari luar daerah kita setop, dan kita gencarkan gerakan beli telur lokal agar produksi petani terserap,” katanya.

Menurutnya, jumlah telur luar daerah yang masuk mencapai sekitar 75 ton, dengan harga Rp1.200-1.400 per butir, sementara telur lokal harganya Rp1.600 per butir. Dengan demikian, para agen telur mengaku produksi mereka kalah saing.

“Karena itulah, untuk sementara pemasukan telur dari luar kita setop sambil menunggu harga normal. Kasihan petani,” katanya.

Pihaknya mengakui, daerah ini tidak bisa mengandalkan produksi telur sendiri karena produksi relatif kecil. Hanya saja, lanjutnya, selama ini produksi banyak pembeli sedikit dan telur dari luar datang lagi.

Kebutuhan telur di Kota Mataram, mencapi 75 ton per bulan, tetapi saat peringatan hari-hari besar seperti Maulid Nabi kebutuhan bisa mencapai 125 ton per bulan.

“Sementara dari kebutuhan itu produksi telur dalam daerah sekitar 30-40 persen. Artinya, lebih banyak didatangkan dari luar,” katanya. (Ant)

Lihat juga...