Teri Buntiau, Produk Perikanan Pulau Pasaran Bandar Lampung

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pulau Pasaran di Bandar Lampung dikenal sebagai salah satu penghasil produk pengolahan ikan. Pulau di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung, Bandar Lampung itu bahkan dikenal sebagai destinasi wisata.

Salah satu produk perikanan yang dihasilkan berupa teri buntiau. Jenis teri hasil tangkapan nelayan dengan teknik bagan apung, bagan congkel diawetkan melalui pengeringan.

Sobirin, salah satu produsen teri menyebut teri buntiau juga dikenal dengan teri kacang. Selain jenis tersebut nelayan pengolah mengeringkan teri jengki, teri nasi. Beberapa produsen mengolah jenis ikan asin selar, layur serta cumi cumi. Pasokan ikan teri jenis buntiau sebutnya paling dominan dalam hasil tangkapan nelayan bagan. Setelah melalui proses perebusan memakai garam teri lalu dikeringkan.

Ciri khas ikan teri buntiau sebut Sobirin berwarna putih bersih. Ukuran sedang tidak terlalu kecil dan besar dibanding teri lainnya. Pada level produsen, teri jenis tersebut dalam kondisi kering sempurna dijual seharga Rp70.000 per kilogram. Pada level pengecer bisa dijual Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Teri buntiau jadi salah satu bahan varian olahan kuliner sambal, orak arik atau kering tempe.

“Para pos produsen ikan teri buntiau kerap mendapatkan bahan baku berasal dari bagan milik sendiri sebagian membeli dari nelayan pencari ikan teri, setelah dibeli lalu direbus memakai garam sebagai bahan pengawet alami lalu dikeringkan agar bida tahan lama disimpan,” terang Sobirin saat ditemui Cendana News, Senin (4/10/2021).

Teri buntiau, salah satu jenis teri dengan ukuran lebih besar dari teri nasi dan teri tauge hasil perebusan nelayan di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Senin (4/10/2021). -Foto Henk Widi

Sobirin menyebut produksi teri buntiau kerap bersamaan dengan jenis ikan teri nasi, teri jengki, ikan dan cumi cumi berukuran kecil. Proses pengolahan teri buntiau tersebut membutuhkan tenaga kerja sekitar lima hingga sepuluh orang. Tahap pertama tenaga kerja laki-laki berperan merebus ikan teri dan mengeringkannya. Sejumlah wanita bertugas menyortir ikan teri buntiau agar terpisah dari jenis lain.

Penyortiran ikan teri buntiau sebutnya kerap dilakukan sejak pagi hingga sore. Setiap pekerja mendapat upah harian rata-rata Rp50.000 per hari. Selain mendapat upah hasil sortiran ikan asin dan cumi cumi kerap bisa dibawa pulang. Selain dirinya puluhan bos produsen ikan teri juga mempekerjakan sejumlah karyawan untuk proses penyortiran. Ikan teri buntiau akan dikemas memakai kardus atau karton setelah ditimbang berukuran 10 kilogram.

“Semua teri buntiau yang telah disortir akan dikumpulkan untuk dikirim ke pengepul di pasar atau langsung dikirim ke luar kota,” terang Sobirin.

Iriyanti, salah satu wanita asal Kota Karang daratan menyebut penyortiran teri buntiau butuh ketelitian. Pada saat dikeringkan memakai laha atau alat pengering ikan kerap tercampur dengan jenis ikan lain. Proses menyortir sebutnya dilakukan bersama belasan wanita lain. Meski pekerjaan tersebut terlihat melelahkan namun ia bisa mendapatkan hasil uang untuk keluarganya.

Ikan teri buntiau sebutnya memiliki nilai ekonomis tinggi. Sebagai salah satu produk perikanan yang diawetkan ia juga kerap melakukan penjualan secara online. Pada salah satu platform jual beli online teri buntiau sebutnya bisa dijual seharga Rp130.000 per kilogram. Pemesan dominan pemilik usaha kuliner yang akan membuat kering tempe. Selain bekerja sebagai penyortir ia mencari peluang untuk menjualnya.

“Satu kardus berisi sepuluh kilogram kerap saya kemas untuk ditawarkan pada platform jual  beli, hasilnya lumayan,” ulasnya.

Usai proses penyortiran hingga pengemasan, produk teri buntiau akan dikirim ke daratan Sumatera. Pulau Pasaran yang berada di Teluk Lampung sebut Johansah salah satu pemilik perahu dihubungkan dengan jembatan permanen. Namun jembatan itu hanya bisa dilintasi motor, becak motor dan pejalan kaki. Saat pengiriman ikan teri buntiau dalam kemasan kardus sejumlah produsen memilih jasa ojek perahu.

Usaha sektor perikanan tangkap sebut Johansah membuat Pulau Pasaran dikenal sebagai sentra ikan kering. Hasil tangkapan ikan ukuran besar kerap dijual ke Pasar Gudang Lelang, Bumi Waras. Sementara jenis ikan ukuran kecil berupa teri dan sejenisnya akan diawetkan. Melalui proses pengolahan dengan teknik tradisional dihasilkan ikan awetan berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Lihat juga...