Tidak Pantau Pola Makan Jadi Penyebab Terbesar Stunting

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua kader Posyandu di Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, Maria Emilde saat ditemui di desanya, Jumat (8/10/2021). Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Faktor terbesar kelalaian orang tua terutama ibu kandung dalam memantau pola makan dan konsumsi makanan bergizi pada anak menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting.

“Penyebab terbesar anak mengalami stunting yakni sang ibu tidak mengontrol pola makan pada anak,” kata Maria Emilde, ketua kader Posyandu Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di rumahnya, Jumat (8/10/2021).

Emilde mengatakan, banyak ibu-ibu yang sibuk menenun sehingga tidak memperhatikan pola makan pada anak-anak mereka, dan membiarkan anak mengkonsumsi makanan sendiri.

Selain itu kata dia, banyak orang tua yang membiarkan anaknya jajan aneka makanan produksi pabrik yang belum tentu berdampak baik bagi kesehatan.

Menurutnya, aneka sayuran bergizi seperti kelor dan buah-buahan pun mudah diperoleh di sekitar rumah, mereka bahkan dijual di pasar tradisional dengan harga yang murah.

“Orang tua pun yang tinggal di desa bisa memelihara ayam kampung agar telurnya bisa dikonsumsi anak-anak.Kesadaran untuk memberikan makanan bergizi pada anak sejak usia balita masih sangat minim,” ungkapnya.

Emilde mengakui, sebagai kader Posyandu pihaknya selalu mengimbau kepada ibu-ibu agar bisa memperhatikan kesehatan anak mereka sejak balita dengan memperhatikan asupan gizi seimbang.

“Memang ada orang tua yang memiliki pendapatan pas-pasan sehingga kesulitan untuk membeli daging atau susu bagi anak-anak mereka. Tapi kalau telur dan daging ayam kampung kan bisa dengan memelihara ayam di rumah, kalau pendapatan minim,” ucapnya.

Sementara itu, Agnes Menge, ibu dari Rafael Repe Keytimu yang berumur 2,4 tahun mengakui sejak adanya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada anaknya selama sebulan ada perubahan yang memuaskan.

Agnes menyebutkan, anaknya mengalami stunting gizi A dan setelah sebulan mengikuti PMT berat badannya mengalami penambahan 6 ons dan tinggi badan bertambah satu sentimeter.

“Saya bersyukur ada program PMT dari desa sehingga anak-anak kami yang mengalami stunting bisa tertangani. Kami juga rutin mengikuti kegiatan di Posyandu setiap bulannya,” ucapnya.

Lihat juga...