Tiga Tahun Berjalan, BEP Lapangan Futsal Wanareja Sudah 35 Persen

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Bisnis persewaan lapangan futsal masih menjanjikan di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, mengingat dalam satu kecamatan baru ada dua lapangan futsal dan salah satunya adalah yang dikelola Warung Cerdas Wanareja. Dengan modal awal sekitar Rp 1 miliar, saat ini break event point (BEP) lapangan futsal sudah mencapai 35 persen.

Lapangan futsal yang berlokasi tepat di sebelah barat Warung Cerdas Wanareja tersebut sudah berjalan tiga tahun. Selama 1,5 tahun terakhir, keberadaan bisnis tersebut terdampak pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan jam operasional.

“Kalau dihitung sejak awal berdiri, saat ini BEP sudah 35 persen, itupun kita terdampak pandemi Covid-19. Kemungkinan besar jika tidak ada pandemi, BEP sudah bisa 50 persen lebih, karena lapangan futsal di sini masih jarang, hanya ada dua dan salah satunya milik kita,” kata pengelola Warung Cerdas Wanareja yang juga pengelola lapangan futsal, Sudaryanto, Kamis (14/10/2021).

Pengelola Warung Cerdas Wanareja yang juga pengelola lapangan futsal, Sudaryanto di kantornya, Kamis (14/10/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Masih minimnya keberadaan lapangan futsal, ditambah dengan pada saat itu futsal sedang banyak diminati anak-anak muda, maka dirintislah bisnis persewaan lapangan futsal. Untuk modal awal digelontorkan dana Rp 750 juta. Dana tersebut antara lain untuk pembangunan gedung futsal serta fasilitas lapangan di dalamnya.

“Modal awal Rp 750 juta untuk pembuatan bangunan dan lapangan futsal, tetapi jika tanah juga dihitung, maka modal awal mencapai Rp 1 miliar lebih,” terang Sudaryanto.

Untuk gedung futsal sendiri berukuran 37 x 18 meter. Pada awal pandemi Covid-19 tahun lalu, lapangan futsal masih bertahan, mesipun sudah mulai menurun tingkat kunjungannya. Namun saat mulai diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, pendapatan menurun dratis hingga sempat tutup untuk beberapa waktu.

Menurut Sudaryanto, pada saat pandemi, pendapatan dari persewaan gedung futsal dalam satu malam masih bisa mencapai kisaran Rp 500.000. Namun setelah adanya PPKM, pendapatan turun pada kisaran Rp 100.000 hingga maksimal Rp 200.000 dalma satu hari.

Namun, kondisi sepi tersebut tidak menyurutkan untuk mengelola lapangan futsal. Momen sepi pengunjung justru dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana lapangan futsal. Yaitu mengganti rumput lapangan futsal dengan rumput interlock, yang membutuhkan modal tambahan hingga Rp 80 juta.

“Memang sedikit mahal, tetapi kita optimis dengan adanya pembaruan rumput maka kunjungan akan meningkat dan BEP akan semakin cepat naik,” tuturnya.

Salah satu pengunjung lapangan futsal Wanareja, Aditya mengatakan, lapangan futsal Wanareja menjadi semakin nyaman untuk bermain setelah adanya pergantian dengan rumput interlock.

“Kalau saya dengan rombongan teman, main futsal pasti di sini, tempatnya lebih enak dan nyaman, pengelola dan petugasnya juga ramah-ramah, pelayanannya sangat baik,” ucapnya.

Lihat juga...