Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, Baznas Perkuat UPZ 

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen meningkatkan kesejahteraan kaum mustahik melalui pengelolaan zakat. Untuk mewujudkan itu, berbagai program dan pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) menjadi bahasan penting dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2021.

Pimpinan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat terdampak pandemi.

Terpenting lagi yakni penanggulangan kemiskinan melalui program-program yang sudah disusun untuk satu tahun ke depan.

“Tahun ini merupakan penguatan kelembagaan Baznas, baik secara internal maupun eksternal. Kami sudah silaturahmi pada level nasional maupun kabupaten kota dalam upaya penguatan Baznas secara internal,” ujar Rizaludin, disampaikan di kantor Baznas RI di Jakarta, Jumat (29/10/2021) dalam rangkaian acara virtual yang dihadiri awak media.

Penguatan lembaga ini menurutnya, merupakan bagian dari fasilitas yang diberikan pemerintah sebagai badan pembina. Dan salah satu yang menjadi fasilitas adalah amanat undang-undang (UU) yang memberikan kewenangan Baznas untuk membuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) mulai tingkat nasional hingga daerah, serta di level RW dan RT.

“Amanat UU ini akan memperkuat layanan penerimaan dan penyaluran zakat dari masyarakat.Sebagai contoh, masjid agung di setiap daerah yang merupakan milik daerah merupakan lokasi UPZ Baznas,” ujarnya.

Kembali dia mengatakan, potensi penghimpunan UPZ sangat besar karena masih banyak institusi pemerintah dan perusahaan swasta yang akan dibentuk UPZ.

Dia berharap dapat terus mengoptimalkan perannya supaya semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual.

Untuk mendorong penguatan pengelolaan zakat dengan berbagai program meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka Baznas kata dia akan menggelar Rakornas pada awal November mendatang.

“Target dan kesamaan visi tentang  UPZ sebagai penguatan peningkatan pengelolaan zakat dan layanan akan menjadi bahasan Rakornas,” imbuhnya.

Menurutnya, Rakornas UPZ merupakan upaya dalam merealisasikan empat penguatan Baznas. Diantaranya, penguatan kelembagaan, penguatan sumber daya manusia (SDM), penguatan sarana dan prasarana, serta penguatan jaringan.

Kepala UPZ Baznas RI Faisal Qosim saat memaparkan pengelolaan UPZ di dalam acara virtual yang diikuti awak media di kantor Baznas Pusat, Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (29/10/2021). -Foto: Sri Sugiarti

Kepala UPZ Baznas RI Faisal Qosim menambahkan, hingga saat ini dari survei lapangan tercatat bahwa masjid yang ada belum memiliki UPZ dan belum memiliki hubungan dengan kelembagaan zakat.

Tujuannya pengumpulan dan pengelolaan zakat menjadi resmi, maka kata dia, perubahan sistem UPZ tidak akan mengubah kebiasaan yang ada di masjid tersebut. “Yang membedakan hanya ada laporan yang harus disampaikan ke Baznas,” ujar Faisal pada acara yang sama.

Lebih lanjut dia mengatakan,  kehadiran UPZ di tengah-tengah BUMN merupakan hal yang sangat penting, sehingga mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan mustahik. Karena UPZ dibangun untuk memfasilitasi layanan zakat aparatur sipil negara, lembaga negara, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik swasta.

Faisal berharap pengelolaan zakat semakin makin efektif dan efisien, serta dapat meningkatkan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan umat. “UPZ menjadi salah satu instrumen pengumpul zakat yang makin dipercaya masyarakat dengan jumlah penghimpunan yang terus meningkat,” pungkasnya.

Lihat juga...