Udang Putih Bahan Kelezatan Kuliner Tradisional Pelas dan Bakwan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Akhir pekan jadi waktu tepat untuk berkreasi memakai bahan hasil tambak. Udang putih atau vaname jadi salah satu bahan pembuatan kuliner tradisional jenis pelas dan bakwan nan lezat.

Ari Wandriasari, warga Bandar Lampung yang pulang ke kampung memilih berkreasi dengan udang vaname. Ia membuat pelas atau bothok saat pulang ke Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan.

Bahan dasar pembuatan pelas sebut Ari Wandriasari berupa udang putih. Sejumlah bahan yang digunakan untuk bumbu berupa cabai rawit, kencur, garam, gula putih, penyedap rasa, kemangi dan kelapa parut. Agar pelas memiliki rasa gurih ia memilih kelapa yang mendekati tua agar parutan lebih lunak. Udang putih yang akan digunakan dibersihkan bagian kulit luar dan diperciki air jeruk nipis.

Bahan yang digunakan sebut Ari Wandriasari untuk membungkus atau mengemas jenis daun pisang kepok. Setelah bahan udang putih dibersihkan, tahap selanjutnya campurkan bahan parutan kelapa dengan bumbu. Proses pencampuran bumbu dilakukan dengan pemberian garam, diaduk merata dengan parutan kelapa. Tahap selanjutnya tambahkan gula, penyedap rasa, kemangi .

“Semua bahan yang telah tercampur bisa dikoreksi rasanya dengan mencicipi jika masih kurang gurih bisa ditambahkan penyedap rasa dan gula, tahap selanjutnya masukkan dalam sendok ke dalam kemasan daun pisang lalu disemat memakai lidi,” terang Ari Wandriasari saat ditemui Cendana News, Sabtu (30/10/2021).

Ari Wandriasari, membuat pelas atau bothok udang putih atau vaname di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (30/10/2021). -Foto Hnek Widi

Semua bahan pelas atau bothok sebut Ari Wandriasari yang telah dikemas selanjutnya tata dalam wadah. Jenis wadah untuk pengukusan disiapkan memakai dandang khusus. Setelah ditata tahap selanjutnya didihkan air pada dandang. Pelas atau bothok udang putih akan matang setelah dikukus selama kurang lebih setengah jam. Pelas yang telah matang selanjutnya dibuka untuk melihat tingkat kematangan, angkat dan sisihkan.

Tiriskan pelas yang telah dikukus agar air tidak menetes. Selanjutnya Ari Wandriasari akan membuka pelas yang akan disajikan agar mudah disantap. Pelas akan lebih nikmat disajikan bersama dengan nasi hangat atau cukup dijadikan camilan. Bagi sejumlah warga pedesaan yang berprofesi sebagai petani pelas udang putih bisa jadi bekal. Pelas bisa jadi makanan ringan sekaligus lauk untuk makan.

“Pelas yang sudah matang bisa disimpan untuk dihangatkan ulang saat akan disantap,” ulasnya.

Selain pelas, sisa udang yang tidak dibuat menjadi pelas digunakan sebagai bahan bakwan. Bahan bakwan sebutnya berupa tepung terigu, telur, tepung beras, potongan kubis, udang vaname, kecambah kacang hijau, wortel, daun bawang. Sebagai bumbu ia memakai bawang merah, garam, merica penyedap rasa. Selanjutnya adon semua bahan menjadi satu dengan air hingga mengental.

“Aduk semua bahan hingga merata tapi buat jangan tealalu encer, diamkan selama setengah jam agar adonan lunak,” terang Ari Wandriasari.

Tahap selanjutnya sebut Ari Wandriasari ia akan melakukan proses penggorengan. Goreng adonan bakwan memakai minyak panas dengan api sedang. Goreng semua bahan bakwan hingga matang lalu tiriskan minyak agar lebih kering atau renyah. Setelah semua bakwan selesai digoreng, tahap selanjutnya ia membuat kuah cabai. Kuah cabai dibuat dengan gula merah, cabai lalu direbus dan disaring menjadi kuah lalu simpan dalam botol.

Ari Wandiasari bilang pelas dan bakwan udang putih lezat disajikan dalam kondisi hangat. Sebagai lauk, pelas dan bakwan udang putih bisa digunakan sebagai camilan. Memiliki bahan yang bergizi dari udang putih kaya protein ia menyebut pelas dan bakwan bisa jadi alternatif untuk sajian akhir pekan. Ia menyebut sajian tersebut sangat nikmat disantap bersama keluarganya.

“Sajian pelas dan bakwan hangat bisa dinikmati sembari makan nasi atau cukup sebagai camilan,” ulasnya.

Christeva salah satu keponakan menyebut menu pelas dan bakwan bisa jadi lauk makan. Disantap bersama dengan nasi hangat ia bisa menikmati gurihnya rasa pelas udang putih. Pelas udang putih semakin lezat saat dinikmati bersama dengan sambal dan lalapan. Selain dinikmati bersama dengan nasi hangat, ia menyebut bakwan udang bisa disantap bersama kuah cabai.

Kuah cabai sebut Christeva disebut menambah kenikmatan pada bakwan udang putih. Bakwan yang renyah dengan bahan utama udang putih sangat tepat dijadikan sebagai camilan. Layaknya menikmati pempek goreng rasa pedas kuah cabai berpadu dengan renyahnya bakwan udang putih. Sajian tersebut bisa menjadi alternatif camilan yang nikmat saat akhir pekan.

Lihat juga...