Umat Hindu di Bekasi Miliki Fasilitas Pendidikan Informal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Umat Hindu di Kota Bekasi, Jawa Barat segera memiliki Gedung Pasraman dan Serba Guna sebagai sarana belajar dan pelatihan yang unggul. Keberadaan gedung tersebut merupakan bagian dari komitmen PHDI Kota Bekasi, Banjar Bekasi, dan Yayasan Tirta Bhuana Bekasi.

Menurut Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, kehadiran gedung tersebut sebagai salah satu bentuk dan wujud hadirnya pemerintah untuk semua golongan anak bangsa yang ada di wilayahnya. Menjadi wujud dari harmonisasi yang telah terajut di Kota Bekasi.

“Mari bersama kita jaga dan terus rawat kerukunan dan keharmonisan,” pesan Rahmat Effendi, saat peletakan batu pertama yang menandai proses pembangunan Gedung Pasraman dan Serba Guna, Kamis (21/10/2021).

Peletakan batu pertama tersebut dilaksanakan dengan kegiatan ritual yang dipimpin langsung oleh Ida Peranda Gde Putra Sidemen dari Grya Ciledug dan melibatkan semua unsur organisasi keumatan dengan pemberlakuan protokol kesehatan.

Ketua Yayasan Tirta Bhuana, Made Prinsip, mengatakan kemajuan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi dan keterlibatan seluruh anak bangsa. Dalam hal ini termasuk masyarakat Hindu Indonesia.

“Kehadiran gedung ini diharapkan menjadi ruang belajar yang baik bagi pelajar untuk membangun manusia Indonesia yang modern,” ujar Made Prinsip.

Ketua PHDI Kota Bekasi, Gusti Made Ruditha, menambahkan keberadaan Pasraman dan Gedung Serba Guna yang layak dan memadai sangat dibutuhkan umat Hindu di Bekasi dalam rangka menyiapkan fasilitas pendidikan informal bagi umat Hindu.

“Dengan pertimbangan mengatasi kesulitan mendapatkan nilai agama bagi siswa-siswi yang sekolahnya tidak menyiapkan pelajaran agama Hindu,” ucap Rudhita.

Menurut Rudhita, seiring perkembangan umat Hindu di Kota Bekasi dan sekitarnya maka keberadaan Pasraman dan Gedung Serba Guna bagi siswa-siswi Hindu mulai SD, SMP bahkan sampai SMA.

“Peserta didik yang awalnya hanya 60 sampai 80, tahun 2000 berkembang siswa siswi 523 orang. Maka kami sangat membutuhkan gedung memadai, sebab kalau menggunakan gedung lama, kasihan orang tuanya. Karena bisa seharian menunggu dan mengantar anaknya dalam rangka memperoleh pendidikan agama,” ujar Rudhita.

Di gedung yang rencananya 3 lantai dengan luas 1300 m2 ini, akan dilengkapi dengan fasilitas ruang belajar dan ruang audio visual dalam rangka pengembangan potensi umat, seperti darma gita, darma wacana, webinar, dan lain-lain.

Kehadiran gedung ini akan mampu menampung setidaknya 600 siswa/i dari level PAUD, SD dan SMP hingga SMU di wilayah Bekasi untuk belajar agama Hindu, kesenian dan budaya Bali. Gedung ini dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran yang lengkap dan modern seperti studio rekaman, perpustakaan dan wifi di semua lantai.

Area Gedung Pasraman dan Serba Guna juga menjadi ruang kumpul dan pusat kegiatan sosial keagamaan di wilayah Bekasi. Berbagai kegiatan seperti festival keagamaan, bazar dan kegiatan sosial telah dirancang untuk dijalankan secara rutin di lokasi ini.

Diharapkan kehadiran gedung ini akan menjadi ruang tumbuh bagi modernisasi masyarakat Hindu di Bekasi.

Dengan dukungan Pemda Kota Bekasi, lembaga pemerintah dan swasta, para donatur, serta tentunya semua warga Bekasi, diharapkan gedung ini bisa segera selesai dibangun.

Lihat juga...