Warga: ‘Modal Kita’ Kikis Keberadaan Rentenir di Argomulyo

Editor: Koko Triarko

Giyat Nurani Wigati, tokoh masyarakat sekaligus penggerak usaha jamu tradisional di dusun Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. –Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Keberadaan unit simpan pinjam Modal Kita Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, terbukti mampu menghilangkan rentenir atau lintah darat di dusun Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. 

Hal tersebut diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat sekaligus penggerak usaha jamu tradisional di dusun Sengon Karang, Giyat Nurani Wigati, belum lama ini.

Ketua kelompok paguyuban produsen jamu tradisional Seruni Putih itu menyebut, sejak adanya program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri, jumlah rentenir atau lintah darat yang biasa berkeliaran di dusunnya menyusut drastis.

Hal tersebut disebabkan warga Sengon Karang lebih memilih memanfaatkan pinjaman modal usaha dari koperasi, yang dinilai lebih ringan dan tidak memberatkan warga yang mayoritas hanya memiliki usaha mikro skala rumahan.

“Tentu manfaatnya besar sekali. Khususnya dalam memberikan pinjaman modal usaha. Yang nampak terlihat itu bisa mengurangi bank plecit (rentenir). Sejak adanya modal dari koperasi bank plecit di sekitar dusun ini jadi hilang,” ungkapnya.

Giyat menyebut, meski memiliki besaran bunga pinjaman yang sama, namun pinjaman koperasi dinilai lebih ringan karena bisa dicicil setiap sebulan sekali. Berbeda dengan pinjaman dari rentenir yang harus dicicil setiap hari atau setiap seminggu sekali.

“Kalau bulanan kan enak, jadi tidak memberatkan warga,” ungkapnya.

Dusun Sengon Karang, desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, i selama ini dikenal sebagai salah satu daerah sentra penghasil jamu tradisional. Banyak warga di dusun ini memproduksi aneka jamu tradisional untuk dijual secara keliling. Seperti kunir asem, temulawak, beras kencur, dan sebagainya.

Selama tiga tahun terakhir, seluruh produsen jamu tradisional di dusun Sengon Karang bergabung menjadi anggota koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, dan mulai mengakses pinjaman modal usaha dari unit Modal Kita. Setip produsen jamu tersebut rata-rata memanfaatkan pinjaman modal usaha Rp1-3juta setiap tahunnya.

“Ada 30 anggota paguyuban produsen jamu di sini yang memanfaatkan pinjaman modal usaha dari koperasi. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, usaha mereka kini bisa makin berkembang. Mudah-mudahan kerja sama dengan koperasi ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya.

Lihat juga...