Warga Perumnas di Depok Jaya Mengingat Jejak Soeharto

DEPOK — Iring-iringan rombongan Presiden Soeharto bersama jajaran pejabat Departemen Dalam Negeri (Depdagri – kini Kemendagri) tampak terlihat disambut para pelajar yang berjajar di pinggir jalan dari Stasiun Depok Lama hingga SMA Negeri 1.

Suasana tersebut terekam dalam memori ingatan warga setempat berkaitan dengan kunjungan Presiden Soeharto ke Depok pada 12 Agustus 1976, untuk melakukan sejumlah peresmian, di antaranya meresmikan Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) Depok I.

Menurut sang warga, sebagaimana dituturkan kembali oleh Toro Budiarko, disebutkan bahwa peresmian Perumnas Depok I tersebut sebagai perumahan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pertama di Indonesia oleh Presiden Soeharto.

Toro Budiarko yang akrab disapa Toro, menjelaskan kepada Cendana News, dari penuturan warga itu diketahui bahwa unit rumah yang dibangun bertahap, pertama sebanyak 3.000 unit rumah. Dengan tipe Perumnas meliputi T 70 (datar), M 70 (2 lantai), T 45 (datar), M 45 (2 lantai), T 36 (datar), T 20 (datar).

Toro Budiarko, warga Kelurahan Depok Jaya, tinggal di Perumnas sejak tahun 1982. -Foto: Makmun Hidayat/HO-Dok. pribadi

Dia menambahkan, untuk tipe 20, bangunannya seperti barak, setiap 4 rumah atapnya menyatu, dan temboknya pun bukan bata atau batako tapi dari kayu harbot atau limbah gergaji kayu yang dipadatkan.

Menurut sepengatahuan warga sebagaimana diungkapkan Toro, pembebasan tanah untuk pembangunan Perumnas Depok I dimulai pada tahun 1973.

Ketika itu, jelasnya, Depok merupakan sebuah kecamatan dari Kabupaten Bogor yang dipimpin oleh Camat (Alm) Soemarso di bawah Kawedanan Parung. Kecamatan Depok memanjang dari utara-selatan, dari Pondok Cina sampai dengan Cimanggis, Kedungwaringin (Bojonggede), batas barat Parungbingung, batas timur Poncol Atas, terdiri dari 25 desa.

Perumnas Depok I sebagai perumnas pertama di Indonesia diresmikan oleh Presiden Soeharto sekaligus peresmian SMA 1 Depok dan Kereta Rel Listrik (KRL). Presiden meresmikan rumah murah yang berada di wilayah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Dari penelusuran yang dilakukan Cendana News, di Kota Depok terdapat sekira empat Perumnas yang dibangun pada masa awal Soeharto menjadi presiden.

Dua dari empat Perumnas tersebut berada di bilangan Jalan Nusantara Raya. Yakni, Perumnas Depok Utara di wilayah Kelurahan/Kecamatan Beji, dan Perumnas Depok I di wilayah Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas. Sedangkan dua Perumnas lainnya dibangun di Depok II Tengah dan Depok II Timur di wilayah Kecamatan Sukmajaya.

Perumnas Depok I di wilayah Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoran Mas inilah perumahan yang dibangun pertama kali oleh pemerintah pada masa Orde Baru. Berdasar informasi dari warga, kata Toro, nama Perumnas Depok I oleh warga dikasih nama Depok Baru, karena kotanya berpindah dari Depok Lama.

Setelah hampir semua rumah laku terjual, untuk melegalkan penghuni atas kependudukan, maka Perumnas Depok I diserahkan ke Pemda Kabupaten Bogor. Oleh Pemda, Perumnas Depok I dijadikan desa dengan nama Depok Jaya.

Warga di Perumnas Depok I berlatar belakang profesi beragam. Untuk para wartawan kebanyakan berada di blok Jalan Manggis dan Jalan Durian, tapi ada juga di jalan lainnya. Sedangkan rumah T 20 di blok Sawo dan Duku diperuntukkan bagi PNS penunjang lingkungan yang tempat kerjanya di Depok. Meskipun ada juga selain PNS.

Ketika ditanya tentang nama-nama jalan yang masuk komplek Perumnas Depok I, Toro yang saat ini masih memegang Forum Pembauran Kebangsaaan (FPK) Depok Jaya, mengatakan seluruh wilayah Kelurahan Depok Jaya adalah komplek Perumnas Depok I.

“Jadi wilayah Perumnas itu dijadikan satu kelurahan, yakni Kelurahan Depok Jaya,” ujar Ketua RW 14 Kelurahan Depok Jaya, periode 2014-2018 yang tinggal di Perumnas Depok I, sejak tahun 1982 ini.

Sementara itu, berkaitan dengan hasil penelusuran Cendana News di Depok Jaya tidak dijumpai adanya plang atau prasasti yang menunjukkan keberadaan lokasi Perumnas Depok I,  Toro yang juga Wakil Ketua KOOD (Kumpulan Orang-Orang Depok), Kecamatan Pancoran Mas, mengatakan kalau zaman dulu plang Perumnas Depok I dipasang besar di dekat lampu merah simpang Sandra.

“Sekarang sudah tidak ada, dan sudah sangat sulit ditemukan plang atau keterangan yang mencantumkan kalimat ‘Perumnas Depok I’.” imbuh Wakil Ketua LPM Depok Jaya periode 2015-2018 ini.

Toro yang juga Sekretaris Senam Tera Indonesia Kota Depok,  menambahkan bahwa banyak aset milik warga Perumnas Depok I yang sekarang diambil alih oleh Pemkot Depok. Seperti lapangan desa yang sekarang jadi Stadion Merpati, setu kecil/penampungan air dari aliran kali cabang tengah sekarang jadi Taman Lembah Gurame, Taman Lembah Mawar, dan lain-lain.  (M. Hidayat)

Lihat juga...