Warga Tanjung Duren Ikuti Pelatihan Usaha Sayur Beku

JAKARTA  – Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Barat melatih warga Tanjung Duren Utara jadi pengusaha sayur mayur beku guna memberikan alternatif sumber pemasukan bagi pundi-pundi keluarga di kawasan itu.

“Beberapa ibu rumah tangga di RT05 RW 07 baru saja menerima pelatihan dari Sudin KPKP. Pelatihan bagaimana memproduksi sayur mayur beku (frozen food) dan minuman wedang uwuh,” kata Ketua RW 07 Fauziah di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pelatihan ini digelar agar para ibu rumah tangga di lokasi tersebut agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari berjualan sayuran beku dan wedang uwuh.

Proses pelatihan tentang cara mengolah dan membuat sayuran beku dilakukan secara daring lewat Aplikasi Zoom.

Tidak hanya diajari mengolah sayur, Sudin KPKP Jakarta Barat juga memberikan bahan praktik berupa sayuran dan rempah-rempah lain.

Bahan yang diberikan Sudin KPKP kepada warga diantaranya minyak, terigu, tepung mocaf, wortel, buncis, cabai kriting dan cabai kering.

Sedangkan untuk pembuatan wedang uwuh, warga mendapatkan bahan berupa jahe, gula pasir, sereh, cengkeh dan kayu manis.

Fauziah mengatakan proses pelatihan berjalan dengan lancar dan semua peserta diakuinya telah menyerap ilmu secara maksimal.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” katanya.

Fauziah berharap warga yang sudah mendapatkan pelatihan bisa mempraktikkan ilmunya sehingga wilayah Tanjung Duren bisa menghasilkan produk usaha yang unggul.

Dia juga berharap Sudin KPKP tetap membimbing para peserta pelatihan hingga bisa memproduksi dan mempromosikan produknya.

“Kita harap pencapaian tidak sampai di sini saja karena kita ingin ini menjadi salah satu wilayah dengan sumber penghasilan usaha yang unggul,” kata Fauziah.

Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Barat juga sudah melakukan program pelatihan kepada warga yang ingin menjadi petani hidroponik.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Iwan Indriyanto mengatakan pelatihan itu sudah dibuka untuk warga secara daring.

“Kita beri edukasi agar mereka bisa melakukan kegiatan cocok tanam, mengedukasi berbudi daya dari rumah supaya mereka bisa menghasilkan produk sayuran yang sifatnya menambah kegiatan dan bisa dikonsumsi sendiri,” kata Iwan di Jakarta, Rabu (28/7).

Pelatihan itu, lanjut Iwan, diperuntukkan untuk warga binaan Sudin KPKP Jakarta Barat yang terdiri dari kelompok tani hingga anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Selain itu pelatihan jadi petani hidroponik, pihaknya juga membuka seminar daring berisi edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi ikan di tengah pandemi.

“Kita berikan penyuluhan soal kandungan gizi ikan untuk meningkatkan imun tubuh. Jadi, kita kasih penyuluhan ikan apa saja yang bergizi,” ujar dia.

Tercatat ada 250 peserta yang terdiri dari kelompok tani dan warga biasa yang sudah mengikuti program tersebut.

Iwan berharap kegiatan ini bisa mendorong warga untuk mengisi waktu luang di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Biar mereka tertarik berkegiatan. Mereka ‘work from home’ (WFH), mungkin jenuh. Jadi, lumayan memanfaatkan pekarangan rumah menanam sayur,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...