Waspadai Hama, Dispertan Kota Semarang Lakukan Langkah PHT

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Jelang musim penghujan, petani di Kota Semarang kembali diminta untuk mewaspadai serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Termasuk ancaman hama penggerek batang padi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (25/6/2021). Foto Arixc Ardana

Secara umum, OPT tersebut menyerang batang padi, sehingga dapat menyebabkan kematian pada tanaman padi. Jika tidak diatasi, maka ancaman gagal panen bisa terjadi.

“Hama penggerek batang ini, bentuknya seperti ngengat pada usia dewasa. Menyerang tanaman padi sejak di persemaian hingga tanaman siap panen,” papar Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur di Semarang, Senin (25/6/2021).

Dipaparkan, pada awalnya ngengat dewasa akan bertelur pada daun padi. Kemudian larva yang telah menetas masuk ke dalam batang padi, melalui celah antara daun dan batang.

Larva yang berkembang di dalam batang padi ini, kemudian dapat merusak pertumbuhan tanaman sehingga kerdil, patah atau puso (tidak keluar bulir padi).

Awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam. Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.

Pengendalian hama penggerek batang padi mengedepankan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam hal ini pengendalian difokuskan pada hama sasaran dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem.

PHT penggerek batang padi memerlukan bioekologi setiap spesies penggerek dan teknologi pengendalian sebagai komponen PHT.

“Penggunaan insektisida dalam PHT merupakan alternatif terakhir kalau komponen teknologi lainnya tidak efektif,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kota Semarang Shoti’ah.

“PHT tersebut dapat dilakukan dengan pengaturan pola tanam secara serentak, termasuk melakukan rotasi tanaman,” terangnya.

Selain itu bisa dilakukan dengan cara mekanik, yakni mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi. Baik di persemaian dan pertanaman.

“Cara ini memang perlu tenaga ekstra, karena harus mengawasi satu persatu tanaman padi yang ada, meski tidak ada salahnya untuk dicoba,” lanjutnya.

Penanggulangan hama tersebut juga bisa dengan penggunaan lampu perangkap.

Satu lampu perangkap ngengat tersebut, dapat digunakan untuk luas lahan persawahan mencapai 50 hektare.

“Perlu diperhatikan juga pada, pada saat panen nanti, dilakukan penyabitan tanaman serendah mungkin dengan permukaan tanah. Kemudian jerami yang dihasilkan, setelah dipanen direndam dengan air,” ungkapnya.

Cara ini dilakukan agar larva atau pupa hama penggerek batang yang masih ada di dalamnya, bisa terendam dan mati.

Lihat juga...