Wisatawan Sepi ‘Warung Kita’ Argomulyo Tambah Wahana Permainan Anak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Unit usaha ‘Warung Kita’ Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Argomulyo, Sedayu, Bantul melakukan berbagai upaya agar tetap bertahan selama masa pandemi. Sejumlah inovasi dilakukan pihak pengelola untuk menarik konsumen serta meningkatkan omzet usaha. Salah satunya adalah dengan menyediakan wahana permainan anak.

Salah seorang pengelola Unit Usaha ‘Warung Kita’ Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Argomulyo, Erna, mengatakan, sudah sejak beberapa hari terakhir ini, pihaknya memasang wahana permainan anak berupa kotak capit boneka di halaman depan ‘Warung Kita’ Argomulyo. Adanya wahana permainan anak ini diharapkan mampu menarik pelanggan sehingga omzet warung semakin meningkat.

Salah seorang pengelola Unit Usaha Warung Kita Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Sedayu, Bantul, Erna, saat dijumpai Cendana News, Jumat (8/10/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Ya itu salah satu upaya kita dalam menarik minat konsumen. Kebetulan kemarin ada sales yang menawarkan wahana permainan anak tersebut. Lalu kita melakukan kerja sama,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Menurut Erna, untuk bisa memainkan wahana permainan capit boneka tersebut, setiap konsumen harus membeli koin khusus di ‘Warung Kita’ Argomulyo. Baru setelah itu, mereka dapat menggunakan wahana permainan tersebut. Bila berhasil, setiap pengunjung  bisa mendapatkan hadiah berupa boneka beraneka bentuk.

“Sampai saat ini belum bisa terlihat dampaknya. Karena baru beberapa hari dipasang. Namun setiap sore hari mulai banyak pengunjung yang datang khususnya anak-anak kecil,” bebernya.

Selama masa pandemi Covid-19, unit usaha ‘Warung Kita’ Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo sendiri mengalami penurunan omzet penjualan secara drastis.

Hal itu salah satunya disebabkan karena masih ditutupnya objek wisata di Dusun Kemusuk yakni Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto.

Padahal Museum Memorial Soeharto ini selama ini merupakan magnet utama di sektor pariwisata yang mampu menarik banyak wisatawan dari luar desa.

Mulai dari para pesepeda yang biasa datang setiap pagi, hingga anak-anak sekolah yang melakukan kunjungan museum mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMA dan SMK.

“Kalau dulu pas museum masih buka, omzet lumayan. Bisa mencapai Rp300-400 ribu per hari. Bahkan kalau pas sedang ramai-ramainya bisa mencapai Rp1 juta per hari. Tapi selama pandemi ini, karena museum masih ditutup untuk wisatawan, omzet warung menurun drastis. Paling hanya Rp100 ribu per hari,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari aktif melakukan pemberdayaan ekonomi di Desa Argomulyo sejak tahun 2017 lalu.

Selain mendirikan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Yayasan Damandiri juga membangun unit usaha ‘Modal Kita’ serta unit usaha ‘Warung Kita’ di Desa Trirenggo.

Melalui berbagai upaya pemberdayaan itulah diharapkan perekonomian warga Desa Trirenggo dapat semakin meningkat yang pada akhirnya mampu mengatasi persoalan kemiskinan desa, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat desa.

Lihat juga...