WTM Dampingi Petani di Sikka Tanam Vanili

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Tani Mandiri (WTM) yang sejak puluhan tahun mendampingi petani di desa-desa yang ada di beberapa kecamatan wilayah barat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengajak petani budidaya vanili.

Staf lapangan dan pendamping petani dari Wahana Tani Mandiri, Dedy Alexander Saragih saat ditemui di kantornya di Kelurahan Beru, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (11/10/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Prospek tanaman vanili di beberapa desa di wilayah barat Kabupaten Sikka sangat bagus karena berada di ketinggian dan tanahnya cocok,” kata Dedy Alexander Saragih, staf WTM saat ditemui di kantornya di Kelurahan Beru, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (11/10/2021).

Aleks sapaannya menyebutkan, sejak Mei 2021 didatangkan bibit dari Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang untuk dibagikan kepada para petani di Kecamatan Mego ,meliputi Desa Dobo Nua Pu’u, Kowi dan Bhera.

Lanjutnya, bibit juga diberikan kepada para petani di Desa Tuwa, Renggarasi dan Bu Selatan di Kecamatan Tana Wawo yang mana, semua desa berada di wilayah ketinggian.

“Satu desa satu kelompok tani dan setiap petani diberikan 50 stek. Satu stek panjangnya satu meter dan kita ajari cara untuk melakukan pembibitan,” sebutnya.

Aleks menambahkan, setiap kelompok didampingi cara melakukan budidaya vanili mulai dari persiapan lahan, penanaman, penyerbukan sampai proses pemanenan vanili.

Dia sebutkan, sebagian kelompok masih melakukan pembibitan dan sebagian lainnya sudah melakukan penanaman di kebunnya dengan menyiapkan tanaman rambatan.

“Kondisi terakhir dari pengamatan kami,sebagian besar petani sudah tanam. Kita lakukan kontrol ke kebun-kebun petani dan melihat proses penanamannya, apakah sesuai dengan materi yang sudah disampaikan sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, Martinus Maju pendamping lainnya menambahkan, beberapa desa yang direkomendasikan untuk budidaya vanili memiliki ketinggian yang cocok antara 800 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.

Martinus mengakui, lahan kebun yang dilakukan budidaya pun rata-rata merupakan lahan miring berpasir dan berbatu, namun tanahnya relatif subur dan kelembapan pun cukup.

“Lokasi budidaya di beberapa desa yang kami dampingi daerahnya memang cocok untuk ditanami vanili. Petani juga kita harus ajari cara melakukan penyerbukan terlebih dahulu agar bisa berhasil,” ucapnya.

Lihat juga...