Yayasan Peta Bencana Libatkan Masyarakat Perluas Akses Informasi

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Makin seringnya terjadi bencana alam yang sifatnya cenderung ekstrem di Indonesia, mendorong Yayasan Peta Bencana untuk memperluas layanan dan akses informasi bencana ke seluruh wilayah Indonesia,dengan melibatkan peran masyarakat sebagai sumber informasi, yang keakuratannya diverifikasi oleh Yayasan Peta Bencana. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penanganan bencana melalui ketersediaan informasi dalam waktu yang lebih cepat.

Kapusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra, menyatakan kesiapan Indonesia dalam menanggulangi bencana sangat bergantung pada ketersediaan informasi akurat.

“Informasi akurat terkait di mana terjadi bencana dan apa yang bisa dilakukan akan menjadikan suatu langkah penanganan dalam mengurangi bencana, maupun membantu yang terpapar bencana secara cepat. Dan, peta bencana akurat bisa juga menjadi sarana pemetaan bencana dalam upaya pengembangan langkah preventif,” kata Bambang dalam sambutannya pada acara online Gotong Royong Digital yang diselenggarakan oleh BNPB dan Yayasan Peta Bencana, Rabu (27/10/2021).

Kapusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra, menyatakan informasi akurat merupakan komponen penting dalam penanganan bencana, dalam acara Gotong Royong Digital, Rabu (27/10/2021). –Foto: Ranny Supusepa

Dengan adanya data yang dikumpulkan oleh Yayasan Peta Bencana, ia mengakui BNPB dan BPBD dapat terbantu dalam melakukan penanganan responsif maupun preventif.

“Dalam era digital saat ini, penggunaan teknologi digital dalam proses penanganan maupun penanggulangan bencana harus didorong dan didukung, agar dapat meningkatkan hubungan dengan masyarakat untuk membantu masyarakat juga,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, data yang dikumpulkan ini sangat membantu dalam manajemen penanganan bencana.

“Karena itu saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan, dan harapannya langkah ini akan makin menguatkan semua komponen bangsa dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat upaya mitigasi dalam meningkatkan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi bencana,” ucapnya lagi.

Untuk melengkapi data terkait bencana ini, Ketua Yayasan Peta Bencana, Nashin Mahtani, menyatakan partisipasi masyarakat luas dan masif sangat dibutuhkan.

Ia menyatakan, dengan hanya memanfaatkan sosial media yang dimiliki oleh masyarakat, sudah dapat membantu penyediaan data, yang nantinya bukan hanya dapat digunakan untuk membantu penanganan, tapi juga akan membantu pertimbangan perumusan kebijakan terkait mitigasi dan adaptasi bencana.

“Data bencana meteorologis yang baru-baru ini disampaikan oleh BMKG, menjadi salah satu pendorong bagi kami untuk menggalang lebih banyak partisipan dalam penanggulangan bencana, melalui informasi dari masyarakat untuk BPBD,” kata Nashin dalam kesempatan yang sama.

Perubahan iklim yang menyebabkan kondisi ekstrem di seluruh Indonesia, juga merupakan penyebab Yayasan Peta Bencana untuk memperluas cakupan peta bencana ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kita mungkin tidak bisa memastikan kapan bencana itu terjadi. Tapi, paling tidak kita harus memastikan bahwa kita mampu merespons dengan baik saat bencana itu terjadi. Yaitu, dengan memastikan adanya informasi yang tepat dalam mendukung bantuan maupun penanganan,” ujarnya.

Ia menyatakan, dengan membuka layanan baru, yaitu layanan dua arah antara masyarakat dan BPBD, akan membantu lebih banyak informasi selama masa terjadinya bencana.

“Bentuk layanan ini bukan hanya dalam membangun komunikasi dua arah pada semua BPBD, tapi juga menyelenggarakan pelatihan kolaboratif BPBD dengan komunitasnya, serta melakukan integrasi data dan workshop pemanfaatan data,” pungkasnya.

Lihat juga...