305 ODGJ di Sikka Sembuh Usai Dirawat di Panti Dhymphna

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di Panti Santa Dhymphna, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ada yang sembuh total sehingga dikembalikan ke keluarganya.

Koordinator Umum Panti Santa Dhymphna Maumere,Dionisius Ngeta, menyebutkan sejak tahun 2003  total sudah ada 305 pasien ODGJ yang sudah sembuh.

“Ada 305 orang yang sudah sembuh sejak panti ini didirikan dan mulai merawat ODGJ. Ada yang dipulangkan untuk mendapatkan perawatan lanjut,” ujar Dion sapaannya saat ditemui di kantornya, Senin (15/11/2021).

Dion menyebutkan, dalam menangani ODGJ di panti ini, pihaknya melakukan penanganan dengan berbagai pendekatan seperti pendekatan medis, psikologis, psiko sipirtual dan gizi.

Koordinator Umum Panti Santa Dhymphna, Dionisius Ngeta saat ditemui di tempat kerjanya di Kota Maumere, Senin (15/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menegaskan, pendekatan gizi juga sangat penting sehingga pihaknya pun sangat memperhatikan asupan makanan yang mengandung gizi dan dapat dikonsumsi ODGJ.

“Kalau pendekatan psiko sipiritual ada misa setiap hari, doa dan novena dengan melibatkan para pasien.Ada juga terapi psikologi halus, kasar, terapi musik,” terangnya,

Dion menerangkan, berbagai pendekatan yang dilakukan tersebut dirancang oleh tenaga psikologi dan perawat yang bekerja dengan sistem shift serta ada perawatan rumah.

Ia memaparkan, untuk saat ini terdapat 132 ODGJ yang dirawat di Panti Santa Dhymphna yang berasal dari daratan Flores, Lembata, Timor serta dari Jakarta dan Palembang.

“Kalau dari daratan Timor ada 2 pasien sementara dari Jakarta dan Palembang masing-masing satu orang.Selebihnya berasal dari daratan Flores dan Lembata,” ungkapnya.

Untuk membiayai segala kebutuhan panti, Dion memaparkan pihaknya menggalang donasi dari lembaga yang peduli terhadap kegiatan sosial kemanusiaan tersebut.

Selain itu tambahnya, panti ini pun memiliki usaha produktif seperti kantin serta bekerjasama dengan keluarga orang tua pasien dan pemerintah untuk menyumbangkan dana.

“Kita tidak punya donatur tetap dan hanya mengandalkan donatur individu dan ada juga bantuan dari pemerintah.Kita juga memiliki usaha produktif lainnya yang bisa menghasilkan keuntungan meskipun jumlahnya kecil,” ujarnya.

Sementara itu, staf Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Dwi Angelina Ester Santoso memberikan apresiasi atas karya Panti Dhymphna karena membantu pemerintah dalam mengurus ODGJ.

Ester sapaannya menyebutkan Pemerintah Kabupaten Sikka tidak memiliki rumah sakit atau panti yang merawat ODGJ sehingga kehadiran Panti Santa Dhymphna sangat membantu.

“Di Flores saja tidak ada rumah sakit khusus menangani pasien ODGJ maupun panti rehabilitasi ODGJ. Apalagi pasien ODGJ yang dirawat di panti ini banyak juga yang sembuh sehingga kehadiran panti ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Ester mengaku sering menitipkan pasien ODGJ yang ditangani Dinas Sosial termasuk yang dititip oleh Balai Efrata milik Kementerian Sosial di Kota Kupang.

Lihat juga...