51 Bayi di Sikka Meninggal Saat Lahir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kasus lahir mati di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Januari sampai September 2021 sebanyak 51 kasus dan tersebar di 20 dari total 25 Puskesmas yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditanyai Jumat (12/11/2021) menjelaskan, kasus terbanyak berada di Puskesmas Teluk di Pulau Pemana dan Puskesmas Habi Bola Kecamatan Doreng masing-masing berjumlah 5 kasus.

Ia jelaskan, Puskesmas tanpa kasus lahir mati ada 5 Puskesmas yakni Nelle, Waipare, Wolofeo, Koting dan Tuanggeo di Pulau Palue.

Ruang perawatan anak di RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat disaksikan, Jumat (12/11/2021). Foto: Ebed de Rosary

“Ada 5 Puskesmas yang kematian bayi saat melahirkan hanya satu kasus saja. Sementara sisanya berjumlah 2 sampai 4 kasus selama 9 bulan ini,” ujarnya.

Petrus menambahkan, 10 besar dengan kasus bayi berat lahir rendah tertinggi yakni Puskesmas Watubaing di Kecamatan Talibur sebanyak 35 kasus disusul Puskesmas Beru di Kota Maumere sebanyak 33 kasus.

Selain itu sebutnya, Puskesmas Paga dan Kopeta masing-masing 30 kasus disusul Wolofeo 28, Wolomarang dan Tanarawa masing-masing 24, Kewapante dan Nita masing-masing 23 kasus serta Magepanda 23 kasus.

“Jumlah kematian neonatal, bayi dan balita di Kabupaten Sikka tahun 2021 berjumlah mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2019 dan 2020,” ungkapnya.

Petrus menjelaskan, jumlah kematian neonatal, bayi dan balita di Kabupaten Sikka tahun 2021 turun hingga 38 kasus dari tahun 2019 sebanyak 72 kasus dan tahun 2020 naik menjadi 97 kasus.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala, menyebutkan, di wilayah kerjanya hingga September 2021 terdapat 4 bayi yang meninggal saat lahir dan bayi berat lahir rendah ada 23 kasus.

Theresia mengatakan, perlu melakukan edukasi terus menerus dan melakukan pendampingan terhadap ibu-ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilannya ke Posyandu, Polindes atau Puskesmas.

“Adanya tenaga kesehatan dan bukan tenaga kesehatan yang berperan sebagai Sahabat Sehat dengan menangani beberapa rumah diharapkan bisa mencegah angka kematian bayi dan bayi berat badan rendah,” ungkapnya.

Lihat juga...