6,3 Ton Daging Celeng Tanpa Dokumen, Dimusnahkan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Balai Karantina Kelas I Bandar Lampung memusnahkan 6,3 ton daging celeng atau babi hutan selundupan.

Sub Sektor Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Karman, menyebut daging celeng itu berasal dari Bengkulu dan Lampung Utara. Penyelundupan dilakukan memakai kendaraan bus dan truk berpendingin.

Karman menyebut, koordinasi antara unsur Kepolisian, TNI dan unsur terkait membuat daging celeng tanpa dokumen karantina itu bisa diamankan.

“Pengamanan daging celeng tanpa dokumen dilakukan bertahap sejak awal Juli hingga Oktober 2021, dengan total 193 karung,” kata Karman, saat ditemui Cendana News, Selasa (23/11/2021).

Karman menjelaskan, modus yang digunakan cukup bervariasi. Daging celeng asal Kotabumi, Lampung Utara, milik SLH dikirim dengan bus Sami Jaya Putra. Sebanyak 33 karung dibawa menuju Tangerang, namun diamankan kepolisan di Bakauheni.

Pada pengamanan bulan Oktober, sebanyak 160 karung daging celeng asal Kabupaten Kaur, Bengkulu diamankan. Dibawa oleh seseorang bernama RFN memakai mobil berpendingin, karung berisi daging celeng diamankan di pelabuhan Bakauheni.

Karman (ketiga dari kiri), Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung, Selasa (23/11/2021). –Foto: Henk Widi

Pengamanan Karman dilakukan karena daging celeng tidak dilengkapi dokumen, di antaranya surat veteriner, dan tidak dilaporkan ke karantina.

“Dokumen perlalulintasan tidak lengkap, sehingga daging celeng terpaksa diamankan bekerja sama dengan pihak kepolisian, setelah melalui proses penyelidikan, penyidikan dan berkekuatan hukum tetap, diketahui oleh pemilik barang, maka dimusnahkan dengan cara dibakar,” terang Karman.

Karman bilang, sesuai Undang Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, komoditas yang dilalulintaskan harus disertai dokumen lengkap. Koordinasi dengan sejumlah stakeholders terkait meliputi pengurus jasa penyeberangan, kepolisian dan unsur terkait agar kasus penyelundupan barang tanpa dokumen bisa dihentikan. Pengiriman komoditas diawasi di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Pengawasan dilakukan secara bersinergi melibatkan petugas di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Pemeriksaan rutin dan kepatuhan dilakukan secara berkelanjutan, untuk menghindari pengiriman komoditas tanpa dokumen.

“Selain daging celeng jenis komoditas yang dilalulintaskan berupa burung liar tak dilindungi dan dilindungi, sebagian telah dilepasliarkan,” ulasnya.

Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Ridho Rafika, menyebut berkoordinasi dengan pihak karantina. Kolaborasi dilakukan dengan melakukan operasi kepatuhan yang digelar rutin.

Operasi kepatuhan terpadu dilakukan untuk menghindari pengiriman komoditas pertanian asal Sumatra tujuan pulau Jawa. Sejumlah komoditas yang diamankan, diserahkan ke karantina dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Sejumlah komoditas pertanian yang tidak dilengkapi dokumen langsung diserahkan ke pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Dwi Astuti Beniyati, SH., MH., menyebut telah melakukan sinergitas, koordinasi penegakan hukum dalam kasus tindak pidana perkarantinaan.

“Sejumlah kasus karantina telah masuk ke tahap persidangan. Kasus yang disidangkan berupa penyelundupan satwa jenis burung. Koordinasi akan terus dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Lihat juga...