6,3 Ton Daging Celeng Tanpa Dokumen, Dimusnahkan

Editor: Koko Triarko

Karman bilang, sesuai Undang Undang No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, komoditas yang dilalulintaskan harus disertai dokumen lengkap. Koordinasi dengan sejumlah stakeholders terkait meliputi pengurus jasa penyeberangan, kepolisian dan unsur terkait agar kasus penyelundupan barang tanpa dokumen bisa dihentikan. Pengiriman komoditas diawasi di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.

Pengawasan dilakukan secara bersinergi melibatkan petugas di pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Pemeriksaan rutin dan kepatuhan dilakukan secara berkelanjutan, untuk menghindari pengiriman komoditas tanpa dokumen.

“Selain daging celeng jenis komoditas yang dilalulintaskan berupa burung liar tak dilindungi dan dilindungi, sebagian telah dilepasliarkan,” ulasnya.

Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Ridho Rafika, menyebut berkoordinasi dengan pihak karantina. Kolaborasi dilakukan dengan melakukan operasi kepatuhan yang digelar rutin.

Operasi kepatuhan terpadu dilakukan untuk menghindari pengiriman komoditas pertanian asal Sumatra tujuan pulau Jawa. Sejumlah komoditas yang diamankan, diserahkan ke karantina dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Sejumlah komoditas pertanian yang tidak dilengkapi dokumen langsung diserahkan ke pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kalianda, Dwi Astuti Beniyati, SH., MH., menyebut telah melakukan sinergitas, koordinasi penegakan hukum dalam kasus tindak pidana perkarantinaan.

“Sejumlah kasus karantina telah masuk ke tahap persidangan. Kasus yang disidangkan berupa penyelundupan satwa jenis burung. Koordinasi akan terus dilakukan sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

Lihat juga...