Agar tak Rugi Masyarakat Harus Cermat Saat Belanja Daring

PALANGKA RAYA – Praktisi Co-Founder Social Media Management Agency, Anna Rachmawati, menyarankan masyarakat agar lebih cermat saat berbelanja daring, agar tidak mengalami kerugian pribadi.

“Masyarakat harus cermat dan memerhatikan sejumlah hal, agar tidak mengalami kerugian saat berbelanja daring,” katanya saat menjadi narasumber Webinar Indonesia Makin Cakap Digital wilayah Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (2/11/2021).

Kerugian dimaksud, seperti penipuan saat berbelanja daring, mendapatkan barang yang tidak sesuai dengan tampilan foto atau video dari penjual, serta lainnya.

Untuk itu, Anna memberikan beberapa tips yang dapat diikuti masyarakat jika hendak berbelanja secara daring, di antaranya dengan berbelanja hanya pada toko yang sudah terverifikasi.

Kemudian memastikan sudah membaca deskripsi atau penjabaran secara seksama dan teliti, mengecek ulasan toko daring, hingga memerhatikan cara toko dalam menangani masalah pelanggan.

“Perhatikan ulasan tentang cara toko menangani masalah pelanggan selama ini. Hal ini penting karena saat kita menemui kendala atau masalah saat proses berbelanja, sudah seharusnya pemilik toko turut membantu,” jelasnya.

Selanjutnya meminta penjual bertransaksi di lokapasar, dan selalu berkomunikasi dengan penjual dengan fitur chat aplikasi pada lokapasar tersebut, serta meminta penjual mengirimkan foto maupun video produk secara detail.

“Juga menghindari konfirmasi menerima pesanan sebelum selesai melakukan pengecekan kondisi barang secara detail,” terangnya yang juga merupakan seorang konten kreator tersebut.

Selain itu, menurutnya sebagai pembeli masyarakat sebaiknya mendokumentasikan tanpa ada yang terputus saat proses membuka kemasan serta pengecekan barang, maupun memerhatikan kebijakan penjual dan lokapasar terhadap proses komplain serta pengajuan pengembalian dana.

Lebih lanjut dipaparkannya, cara melaporkan penipuan berbelanja daring, yakni melaporkan akun pelaku agar bisa segera dihapus, mengajukan pemblokiran rekening pelaku kepada bank yang bersangkutan, membuat laporan polisi agar ditindaklanjuti, hingga melaporkan rekening bank dan identitas pelaku ke komunitas maupun situs web anti-fraud. (Ant)

Lihat juga...