Akhir Pekan, Pantai Batu Rame Kalianda Ramai Pengunjung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Salah satu pantai terbuka di Kota Kalianda, Lampung Selatan, yang kerap dikunjungi warga ada di Kelurahan Way Urang. Dikenal sebagai Pantai Batu Rame. Jajaran batu hitam yang terbentuk secara alami dengan kontur berbentuk unik, membuatnya dikenal sebagai batu rame.

Paitno, pedagang bakso keliling yang kerap mangkal di pantai Batu Rame, Kalianda, mengatakan, lokasi Batu Rame berjarak sekitar dua kilometer lebih dari akses Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum).  Akses jalan ke sejumlah pantai di wilayah tersebut cukup mulus dengan aspal. Infrastruktur jalan pendukung juga memudahkan wisatawan mendatangi pantai Batu Rame tepat di tepi jalan.

“Pantai berpasir putih menjadi mangnet bagi wisatawan lokal dan luar Kalianda,” terang Paitno, saat ditemui Cendana News, Minggu (21/11/2021).

Paitno, pedagang bakso keliling di Pantai Batu Rame, Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (21/11/2021). –Foto: Henk Widi

Pedagang asal Sukatani, Kalianda itu mengaku berjualan bakso setiap hari. Namun saat akhir pekan sejak Sabtu hingga Minggu, selain dirinya juga banyak warga memanfaatkan peluang. Pedagang tersebut meliputi bakso, es krim, mi ayam, minuman kelapa muda dan berbagai makanan ringan. Sebagian memakai mobil, motor dan membuat gubuk untuk berjualan.

“Keberadaan pantai Batu Rame Kalianda menjadi salah satu magnet untuk rekreasi keluarga, terutama saat akhir pekan, setelah sejumlah destinasi wisata bahari mulai beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan menjadi berkah bagi pelaku usaha yang mulai berjualan,” terang Paitno.

Paitno juga bilang, pantai Batu Rame menjadi magnet wisatawan keluarga, karena masih digratiskan pada sejumlah titik. Sebagian dikelola oleh warga untuk menambah pengasilan. Penyediaan area parkir motor, mobil, menjadi sumber pendapatan warga yang menjaga kendaraan pengunjung.

Pantai dengan dominasi bebatuan, pasir putih, air laut yang jernih itu, kerap menjadi tempat untuk renang. Bebatuan alami menjadi penahan gelombang, sehingga aman bagi anak-anak.

Menurut Paitno, destinasi wisata bahari pantai Batu Rame berada dekat pantai yang dikenal Ketang dan Kedu Warna. Pengelolaan oleh sebagian warga menjadikan alternatif pantai untuk dikunjungi makin bervariasi.

Mencoba peruntungan dengan menjual makanan, minuman, ia mengaku memanfatakan area pondok di tepi pantai. Sang istri memakai pondok beratapkan daun nipah, sementara ia berkeliling menjual bakso memakai motor.

“Sudah mulai bergeliat kegiatan rekreasi bahari, menguntungkan bagi warga di sekitar Kalianda, saya juga sudah divaksin dua kali,”ulasnya.

Paitno bilang, sebelumnya ia menyediakan hanya sekitar 5 kilogram pentol bakso selama wisata bahari pantai Bantu Rame belum beroperasi. Ia mengaku sebagian pantai yang dikelola warga telah memiliki pedagang tetap, sehingga ia memilih berjualan keliling. Pantai Batu Rame yang terbuka memberi peluang bagi pedagang untuk bisa berjualan. Menjual bakso sebanyak 10 kilogram, memberinya omzet sekitar ratusan ribu rupiah per hari.

Sukinah, pedagang lain di pantai Batu Rame, mengaku mulai bernapas lega. Pasalnya, tingkat kunjungan ke pantai dengan pemandangan laut Kalianda dan Gunung Rajabasa itu makin meningkat. Kunjungan wisatawan asal luar Kalianda kerap sejak pagi hingga sore memakai mobil, motor.

Pemilik warung dengan gubuk kayu beratapkan daun nipah itu mengaku sempat berhenti berjualan. Sebab, sejumlah destinasi wisata tutup imbas pandemi.

“Mendekati akhir tahun, harapan pedagang tetap diperbolehkan objek wisata dibuka karena akan memberi dampak bagus bagi pedagang meski tetap menerapkan protokol kesehatan,” ulasnya.

Omzet per hari diperoleh Sukinah hanya mencapai puluhan ribu rupiah saat hari biasa. Namun, saat hari libur, terutama Sabtu dan Minggu, ia bisa mendapat ratusan ribu rupiah per hari.

Menjual makanan, minuman ringan dilakukan olehnya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sebagian wisatawan kerap telah membawa bekal, namun tetap membeli minuman dan makanan, terutama kelapa muda.

Salah satu pengunjung pantai Batu Rame, Nory, menyebut pantai tersebut cocok untuk anak-anak. Memanfaatkan ceruk atau semacam kolam alami yang terhubung dengan laut, anak-anak bisa berendam. Pasir putih bisa digunakan anak-anak untuk bermain, sekaligus memanfaatkan air jernih pantai untuk mandi. Sebagian area pantai yang memiliki bentuk unik, menjadi latar belakang foto.

“Cuaca yang panas cocok untuk menikmati pantai sembari menyeruput air kelapa muda yang segar,” ulasnya.

Ia menyebut, pantai Batu Rame cocok dikunjungi saat pagi, sebab cuaca masih sejuk. Memanfaatkan air pantai yang jernih mengajak anak-anak bisa bermain dengan memakai pelampung. Agar lebih nyaman, ia menyebut sebaiknya membawa pakaian ganti setelah mandi di pantai.

Sebagian warga menyediakan jasa kamar mandi untuk bilas, sehingga memberi kenyamanan usai mandi di pantai Batu Rame.

Lihat juga...