Anak Muda di Sikka Mulai Terjun ke Usaha Pangkas Rambut

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Usaha pangkas rambut di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kian menjamur setelah banyak anak muda yang terjun ke bisnis ini.

Paulus Yonas Lirong, pelaku usaha pangkas rambut di Kelurahan Waioti, Kota Maumere, mengapresiasi banyaknya anak muda yang terjun membuka usaha pangkas rambut.

“Saya mengapresiasi anak-anak muda yang berani keluar dari zona nyaman dan melihat peluang usaha ini,” sebut Yonas, sapaannya, Selasa (16/11/2021).

Yonas pun berpesan, agar anak-anak muda yang membuka usaha ini harus benar-benar memiliki hobi memangkas rambut dan mempunyai kemampuan.

Ia menambahkan, bila memiliki hobi, maka tidak ada kejenuhan dan tetap tekun dalam menjalankan usahanya, meskipun sedang sepi pelanggan.

Pemilik usaha pangkas rambut Sion di Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Paulus Yonas Lirong, saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (16/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyebutkan, banyak tempat usaha pangkas rambut di Kota Maumere yang buka Senin-Kamis atau tidak rutin setiap harinya.

“Mungkin juga karena ada kejenuhan,  sehingga banyak yang sering menutup tempat usahanya. Dalam berwirausaha, kita harus tetap membuka tempat usaha kita setiap hari, kecuali hari Minggu atau libur,” pesannya.

Yonas menambahkan, bila tidak dikelola dengan baik dan diberikan pelatihan dan pendampingan, maka banyak anak-anak muda yang berwirausaha bisa gulung tikar.

Pemilik pangkas rambut Sion ini mengharapkan, agar anak-anak muda Kabupaten Sikka yang terjun menjadi wirausaha harus telaten dan penuh disiplin.

Hal senada disampaikan Apolinardus Andrea Owon, pemilik Barbershop 90 Kids, terkait jiwa wirausaha anak-anak muda di bisnis pangkas rambut dan barbershop.

Denil, sapaannya, mengapresiasi semangat anak-anak muda untuk terjun berwirausaha, namun ia menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah.

Menurutnya, harus ada pelatihan berwirausaha, sebab anak-anak muda asli Kabupaten Sikka sudah tidak malu lagi untuk terjun berwirausaha dibandingkan dengan sekitar lima tahun lalu.

“Anak-anak muda sudah banyak yang terjun ke bisnis dan menjadi wirausahawan. Ini sebuah kebiasaan yang baik, sebab dahulu setelah tamat kuliah orientasinya bekerja kantoran,” ungkapnya.

Lihat juga...