Angka Bebas Jentik di Sikka Capai 93 Persen

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, hingga Oktober 2021 mencapai 93 persen, sehingga berdampak terhadap menurunnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menyebutkan pihaknya menerjunkan petugas Sahabat Sehat yang berasal dari Puskesmas dan Polindes, untuk memantau jentik secara berkala setiap minggunya.

“Kami kerja keras, terutama di tiga kecamatan di Kota Maumere, yakni Alok, Alok Barat dan Alok Timur yang kasusnya cenderung tinggi. Tenaga kesehatan dibantu dengan 150 relawan Covid-19,” ujarnya, Jumat (19/11/2021).

Petrus menerangkan, 150 tenaga relawan Covid-19 tersebut dilibatkan, sebab kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka masih nol, sehingga relawan tidak bekerja.

Para relawan tersebut, kata dia dilibatkan untuk memantau jentik dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah kecamatan di Kota Maumere.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Jumat (19/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menambahkan, gencarnya pemantau jentik mengakibatkan angka bebas jentik meningkat dan kasus DBD hingga Oktober 2021 hanya mencapai 119 kasus.

“Kasus DBD tahun 2021 hingga Oktober lalu hanya 119 kasus. Jumlah ini sangat jauh dibandingkan dengan kasus DBD tahun 2019 sebanyak 620 kasus, dan tahun 2021 sebanyak 1.816 kasus,” ungkapnya.

Petrus menambahkan, angka bebas jentik tertinggi sebesar 97 persen berada di wilayah Puskesmas Nelle, Boganatar dan Bola. Sementara 96 persen tersebar di 7 Puskesmas serta 95 persen di 4 Puskesmas.

Dirinya menyebutkan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya mulai tumbuh, sehingga saat musim hujan tidak banyak lagi sampah yang bisa membuat air tergenang.

“Banyak tempat yang menjadi genangan air sudah berkurang drastis. Kami juga membagikan bubuk abate untuk mematikan jentik untuk ditaruh di dalam drum air dan bak penampung air di kamar mandi atau toilet,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Pukskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala, menyebutkan selain melakukan pemantauan jentik ke rumah-rumah warga, pihaknya juga membagikan ikan kepala timah kepada warga.

Menurut Theresia, ikan kepala timah ini dimasukan ke dalam bak air penampung air hujan, sehingga bisa memakan jentik-jentik nyamuk yang bisa mengakibatkan terjadinya demam berdarah.

“Peran sahabat sehat sangat penting, sehingga kami selalu melakukan evaluasi atas kinerja tenaga kesehatan dan bukan tenaga kesehatan yang berperan sebagai Sahabat Sehat,” ungkapnya.

Theresia menerangkan, untuk Puskesmas Kewapante yang membawahi 8 desa, angka bebas jentiknya mencapai 96 persen dan sudah semua rumah dilakukan pementauan jentik.

Lihat juga...