Bangka Barat Sediakan Pelayanan Vaksinasi hingga Tingkat RT

MENTOK — Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyediakan pelayanan vaksinasi COVID-19 hingga di tingkat lingkungan rukun tetangga (RT) guna mempercepat terwujudnya kekebalan kelompok.

“Gerakan serentak vaksinasi atau Gertasi ini sudah mulai kita lakukan dengan melibatkan tim-tim vaksinator bersama TNI dan Polri yang memberikan pelayanan vaksinasi kepada warga hingga tingkat RT dan RW,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat M. Putra Kusuma di Mentok, Selasa (2/11/2021).

Menurut dia, pemerintah daerah sudah menambah petugas pelaksana vaksinasi dari 115 orang menjadi 250 orang untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan vaksinasi di tingkat desa.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggiatkan pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk mempercepat penuntasan program vaksinasi dalam upaya mewujudkan kekebalan kelompok terhadap infeksi virus corona dan mencegah munculnya gelombang ketiga penularan COVID-19.

Putra menjelaskan bahwa sampai akhir Oktober 2021 vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada 104.103 orang atau sekitar 65,9 persen dari 157.934 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 di Bangka Barat.

Vaksinasi dosis kedua, ia melanjutkan, sudah dilakukan pada 64.135 orang atau 40,6 persen dari seluruh sasaran vaksinasi di Bangka Barat.

Putra mengatakan bahwa cakupan vaksinasi COVID-19 diproyeksikan bisa mencapai 70 persen lebih dari sasaran dalam dua bulan ke depan apabila Gertasi berjalan baik sesuai dengan rencana.

“Kami berharap masyarakat juga berperan aktif dengan ikut mendukung program vaksinasi ini,” katanya.

Putra menjelaskan pula bahwa masalah distribusi vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat masih menjadi kendala dalam penyelenggaraan vaksinasi.

“Ketersediaan vaksin di Babel fluktuatif tergantung distribusi dari Kementerian Kesehatan sehingga kita di lapangan saat akan memberikan vaksin ke warga juga harus menyesuaikan jadwal dan ketersediaan vaksin,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, masih ada warga yang menolak mendapat suntikan vaksin COVID-19 di daerah seperti di Simpangteritip dan Kundi.

“Alasan penolakan tidak jelas dan kami sudah melakukan pendekatan, penyuluhan, edukasi, dan diskusi bersama warga,” katanya mengenai upaya pemerintah mengatasi masalah tersebut. (Ant)

Lihat juga...