Banjir di Majenang Sudah Surut

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyatakan banjir yang menggenangi empat desa di Kecamatan Majenang telah surut.

“Alhamdulillah, banjir telah surut dan 50 warga yang sebelumnya mengungsi di Balai Desa Mulyasari juga telah kembali ke rumah masing-masing pada Kamis (18/11) sore,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi, didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis BPBD Wilayah Majenang, Edi Sapto Prihono, di Majenang, Cilacap, Jumat (19/11/2021).

Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat di Majenang untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seiring meningkatnya intensitas hujan, terutama saat puncak musim hujan pada November hingga Januari.

Menurut dia, hal itu disebabkan dua kecamatan di UPT BPBD Wilayah Majenang, yakni Kecamatan Majenang dan Wanareja, merupakan daerah rawan banjir.

“Empat desa yang kemarin tergenang, yakni Mulyasari, Mulyadadi, Pahonjean, dan Padangsari merupakan daerah rawan banjir di Kecamatan Majenang. Kalau di Wanareja, antara lain Limbangan dan Madura,” katanya.

Selain banjir, kata dia hampir semua kecamatan di UPT BPBD Wilayah Majenang, terutama yang berada di perbukitan merupakan daerah rawan longsor dan tanah bergerak.

Terkait rencana penanganan tanggul Sungai Cikawung yang jebol, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Kota Banjar, Jawa Barat.

“Penanganan tanggul jebol tersebut merupakan kewenangan BBWS Citanduy,” katanya, menjelaskan.

Banjir yang menggenangi Desa Mulyasari, Padangsari, Mulyadadi, dan Pahonjean terjadi pada Rabu (17/11), pukul 00.00 WIB, karena tanggul Sungai Cikawung di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, yang sudah lama jebol belum diperbaiki. (Ant)

Lihat juga...