Banjir Merendam Enam Kecamatan di Kabupaten Kotim Kalteng

Seorang anak berada di sebuah jalan desa yang kini terendam banjir cukup dalam di Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim, Kalteng, Sabtu (13/11/2021) - foto Ant

SAMPIT – Tingginya curah hujan sepekan terakhir, membuat belasan desa di enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) terendam banjir. Air sudah masuk ke dalam rumah warga.

“Yang terdata saat ini ada enam kecamatan. Kami terus memantau dan beberapa personel BPBD juga sudah diturunkan ke lokasi banjir. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena hujan masih sering terjadi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Rihel, Sabtu (13/11/2021).

Laporan yang diterima BPBD Kotawaringin Timur pada Sabtu (13/11/2021) pagi, enam kecamatan yang dilanda banjir tersebut adalah, Tualan Hulu, Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Ketinggian air bervariasi, mulai 60 sentimeter (cm) hingga hampir dua meter. Kondisi yang terjadi tiga hari terakhir ini membuat aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

Di Kecamatan Cempaga Hulu, banjir melanda Desa Tumbang Koling dan Dusun Tumbang Sanak, Parit, Sudan, Pantai Harapan, Pundu, Bukit Batu Bawah, Sei Ubar Mandiri dan Selucing.

Banjir terjadi cukup parah, bahkan sudah merendam puluhan rumah warga. Seperti yang terjadi di Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Hulu, banjir telah merendam 32 rumah yang dihuni 518 jiwa.

BPBD telah mengirim tim untuk memantau kondisi banjir di sejumlah lokasi. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, karena hujan masih sering terjadi di beberapa kawasan sehingga berpotensi memicu banjir lebih meluas dan parah. “Kami juga berkoordinasi dengan camat terkait data rinci kondisi banjir dan warga di lokasi banjir. Kami minta desa dan kecamatan yang belum mengirim data rinci, segera mengirim data itu karena penting bagi kita dalam pengambilan kebijakan dan tindakan di lapangan,” kata Rihel.

Sementara itu, di pusat Kota Sampit, juga tidak luput dari banjir akibat hujan deras yang terjadi tiga hari terakhir. Banjir melanda sejumlah perumahan di kota, yang meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Terkait penanganan banjir yang masih sering melanda Sampit, Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah sudah merancang penanganannya. Pemerintah daerah akan menganggarkan dana, untuk membuat siring Sungai Mentawa. “Di 2022, dianggarkan untuk pembuatan Siring Sungai Mentawa. Nanti juga akan dilakukan normalisasi terhadap sungai-sungai lainnya untuk menekan potensi banjir,” katanya.

Pemerintah daerah juga berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat, untuk normalisasi sungai dan peningkatan drainase kota. “Karena terbatasnya dana yang ada, saat ini upaya penanganan dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan anggaran,” demikian Halikinnor. (Ant)

Lihat juga...