Banyumas Kejar Target Vaksinasi 70 Persen Bulan Ini

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Target vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banyumas tinggal menyisakan 55.266 orang, untuk mencapai herd immunity atau 70 persen dari total jumlah penduduk.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan sebenarnya target 55.266 orang untuk vaksinasi tidak berat dan sangat mungkin bisa terealisasikan sampai akhir November ini. Hanya saja petugas harus lebih kerja keras, mengingat saat ini animo masyarat untuk vaksin mulai menurun.

“Yang pasti, petugas harus banyak melakukan jemput bola, terutama untuk masyarakat yang di daerah pinggiran atau pun kepada warga kurang mampu, supaya target 70 persen vaksinasi bisa terpenuhi bulan ini,” kata Bupati, Minggu (14/11/2021).

Lebih lanjut, Husein menjelaskan pihaknya berupaya maksimal untuk bisa mencapai 70 persen vaksinasi bulan ini, supaya Banyumas bisa turun ke level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebab, banyak hal positif yang bisa dipetik dengan penurunan level tersebut.

Antara lain, sektor usaha dan industri bisa lebih longgar, yaitu pengerahan karyawan atau pekerja bisa sampai 75 persen, sebelumnya hanya 50 persen. Demikian pula untuk pusat perbelanjaan, mal, bioskop dan lainnya, jumlah pengunjung diperbolehkan hingga 75 persen.

“Artinya jika kita bisa turun ke level 1 PPKM, maka untuk sektor industri maupun perdagangan lebih longgar dan perputaran ekonomi bisa lebih cepat. Namun dengan catatan, semua harus tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, itu wajib dilakukan,” kata Husein.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, sampai hari ini capaian vaksinasi mencapai 66,7 persen.

Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto mengungkapkan, untuk mencapai target 70 persen vaksinasi, maka jumlah warga yang harus divaksin sebanyak 987.989 orang. Dan, saat ini total warga Banyumas yang sudah menjalani vaksinasi ada 932.723 orang. Sehingga masih kurang 55.266 orang untuk mencapai target 70 persen.

Sadiyanto mengatakan, saat ini petugas lebih sering melakukan jemput bola atau vaksinasi door to door ke rumah-rumah warga. Beberapa kegiatan vaksinasi massal yang digelar oleh ormas ataupun lainnya, juga seringkali tidak sesuai target.

“Pernah ada yang meminta vaksin hingga 2.000 dosis, tetapi pada pelaksanaannya hanya terpakai 200 dosis saja. Saat ini memang animo mulai menurun, bahkan ada juga penyelenggara vaksinasi massal yang juga menyediakan paket sembako supaya warga mau datang untuk vaksin,” ucapnya.

Lihat juga...