Batam Diyakini MampuTurunkan Angka Stunting

BATAM – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengaku optimis Kota Batam di Kepulauan Riau mampu menurunkan angka prevalensi stunting (kekerdilan) menjadi 14 persen pada 2024.

“Waktunya tinggal dua setengah tahun lagi. Namun, saya optimis bisa tercapai, karena stunting di daerah ini paling rendah nomor dua di Indonesia,” kata Hasto, dalam acara Pencanangan Kelurahan Bebas Stunting Kota Batam Tahun 2021 yang diikuti di Batam, Rabu (3/11/2021).

Hasto menyebutkan, angka prevalensi stunting Kota Batam saat ini sebesar 16,2 persen, setelah Bali yang menduduki peringkat pertama dengan angka 11 persen.

Ia mengaku makin optimis dengan melihat kuatnya kerja sama yang dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan, untuk membantu mencapai angka stunting yang ditargetkan oleh pemerintah.

Bahkan, mahasiswa dari perguruan tinggi juga ikut dikerahkan untuk memberikan pendampingan, sekaligus pengetahuan kepada para ibu hamil, calon pasangan pengantin dan pasangan usia subur (PUS).

“Wakil wali kota sampaikan seperti itu, bahwa sudah ada 27 perguruan tinggi yang melakukan MoU dengan kita untuk mengentaskan stunting,” tegas Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga meminta pemerintah daerah untuk terus mengawasi dan mencegah terjadinya pernikahan dini pada anak, agar dapat mengurangi risiko stunting yang dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia.

Hasto berharap, dengan antusias tinggi dari semua komponen masyarakat yang ada, Kota Batam dapat menjadi kelurahan dan kota percontohan yang dapat diikuti oleh kota-kota lain di Tanah Air.

“Saya optimis Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam diharapkan dapat menjadi percontohan stunting di Indonesia. Saya kira ini akan terwujud dengan baik,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...