Bersihkan Kandang Ayam Secara Rutin Cegah Pencemaran

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Memelihara ayam kampung unggulan Balitbangtan (KUB) di dekat pemukiman warga membuat peternak muda di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus memperhatikan kebersihan kandangnya setiap saat.

Saat ditemui di lokasi peternakan ayam miliknya, di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Rofin Muda mengakui harus rutin membersihkan kandang ayam.

“Saya rutin seminggu dua sampai tiga kali membersihkan kandang ayam agar tidak bau dan menyebabkan warga terganggu,” ujarnya, Rabu (3/11/2021).

Rofin mengakui, kandang ayam pun selalu disemprot menggunakan disinfektan secara rutin agar membuat kuman-kuman penyakit mati serta membuat kandang lebih steril dan bersih.

Ia juga menebarkan serbuk gergaji atau pasir agar kotoran ayam menjadi lengket dan menjaga agar lantai di peternakannya tetap kering sehingga tidak menimbulkan bau.

“Pemberian makanan dengan probiotik, sebab ayam dengan saluran pencernaan yang terganggu akan mengeluarkan kotoran yang berbau. Probiotik membantu mengatasi gangguan pencernaan,“ ujarnya.

Rofin menambahkan, probiotik ini juga bisa digunakan untuk memaksimalkan nutrisi pakan yang terserap ke dalam tubuh sehingga kadar protein pada pakan tidak akan keluar bersama dengan kotoran ayam.

Ia menjelaskan, kotoran yang masih mengandung protein akan membuatnya berbau dan saat ini pun banyak produk yang dijual untuk dicampurkan ke dalam pakan agar kotoran ayam tidak berbau.

“Kita harus rutin membersihkan kandang agar jangan sampai menimbulkan bau. Apalagi rumah saya berada persis di samping kandang sehingga saya selalu menjaga agar jangan sampai ada bau,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung menyebutkan, memelihara ternak baik dalam jumlah sedikit maupun banyak cenderung menimbulkan bau.

Win sapaannya menyarankan agar kebersihan kandang harus selalu diperhatikan terutama kandang harus selalu kering dan terbebas dari cairan atau kotoran ternak peliharaan.

“Harus rutin setiap hari atau seminggu beberapa kali membersihkan kandang agar jangan berbau.Air pembuangan limbah kotoran ternak pun harus dibuat dengan baik agar kotorannya tidak berbau,” ucapnya.

Win menyebutkan, saat ini banyak produk yang bisa dicampurkan dalam makanan ternak guna mencegah kotoran ternak berbau.

Menurutnya hal ini penting dilakukan sebab masih banyak warga yang memelihara ternak di dekat kompleks perumahan bahkan sangat dekat dengan rumah warga lainnya.

Lihat juga...