Bisnis Tanaman Hias di NTT, Menguntungkan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Bisnis tanaman hias di Provinis Nusa Tenggara Timur, bisa memberikan keuntungan yang lumayan dan bisa menjadi sebuah pegangan hidup dan membiayai keluarga.

Roy Marthen Pareira, pebisnis tanaman hias i Maumere, saat ditemui di Pasar Alok, Maumere, mengaku dalam sehari bisa menjual tanaman hias, pot bunga dan media tanah rata-rata Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

“Kadang bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta sehari dan per minggu omzetnya mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta, “ katanya, Selasa (23/11/2021).

Roy mengatakan, dirinya pun bisa menggaji seorang karyawan sebesar Rp50 ribu per hari, tidak termasuk uang makan untuk membantunya menjual aneka tanaman hiasnya.

Ia mengatakan, pangsa pasar tanaman hias dan media tanam seperti pupuk dan pot, prospeknya bagus dan menjanjikan, meskipun sudah banyak juga penjual bunga.

Bahkan, dirinya memberi kesempatan kepada orang lain yang ingin mengambil bunga darinya, lalu menjualnya kembali.

“Saya berpikir, makin banyak penjual tanaman hias, maka peminatnya makin banyak. Saya senang dengan banyaknya penjual bunga dan tidak merasa tersaingi,” ujarnya.

Roy juga melakukan penataan taman, namun tidak mematok harga tergantung dari keiklasan pelanggan membayar jasanya.

Dirinya hanya mengutip biaya dari menjual pot dan media tanam yang dibutuhkan saat melakukan penataan taman tersebut.

“Untuk penataan taman, kalau pelanggan tetap saya tidak mematok biaya, tapi tergantung pelanggan. Saya mendatangkan tanaman hias dari Pulau Jawa dan Sumatra,” ungkapnya.

Roy selalu menjaga agar pelanggan puas dengan pelayanannya, sehingga ketika ada pelanggan membeli tanaman hias, ia memberikan garansi satu bulan mengganti tanaman hiasnya yang mati dengan yang baru.

Ia mengatakan, banyak pelanggan dari Kabupaten Flores Timur dan Ende membeli pot bunga darinya.

Dirinya pun mengaku menikmati pekerjaannya dan uang yang ada bisa diatur sendiri. Ia juga aktif mempromosikan tanaman hias, tanaman buah-buahan, pot dan pupuk organiknya lewat media sosial, sehingga banyak juga pembeli yang datang ke rumahnya.

“Saya sudah mengurus izin usaha, karena dalam berusaha kita juga harus mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah,” ucapnya.

Seorang anak muda yang juga pebisnis tanaman hias di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Ansis Uba Ama mengatakan,namanya hobi itu kan hal yang tidak ada matinya.

Ansis mengharapkan, agar penjual tanaman hias bisa membangkitkan gairah menanam dan memberikan pencerahan kepada publik, baik di kantor maupun rumah.

“Dengan memberikan pencerahan ke publik, dengan sendirinya berdampak kepada daya beli masyarakat terhadap tanaman hias,” ucapnya.

Ansis menerangkan, mantan Gubenur NTT meminta saya untuk tetap memupuk semangat masyarakat di NTT dengan terus memposting di media sosial.

Dirinya pun tidak kuatir dengan menjamurnya penjual bunga, bahkan tanaman hias lainnya karena rezeki itu selalu ada, asal tekun berusaha.

“Say merasa ada suatu kepuasan tersendiri setelah terjun di bisnis tanaman hias ini,” pungkasnya.

Lihat juga...