BPOM Edukasi Regulasi Pengolahan Makanan Beku Pelaku UMKM

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kasus terkait makanan beku yang belum lama ini mencuat, mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan edukasi terkait proses penyiapan bahan baku hingga distribusi pangan olahan siap saji beku terutama pada pelaku UMKM. Agar setiap produk yang dikonsumsi masyarakat adalah produk bermutu, berkualitas dan aman.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyatakan kegiatan pendampingan tematik pangan beku ini sangat penting dalam mendukung pelaku usaha terutama UMKM.

“Angkanya sudah ribuan, yang melakukan operasional pangan beku tapi tidak mengetahui standarnya. Sehingga ini akan menjadi cara untuk mendampingi dan menyebarkan pada setiap pelaku usaha pangan olahan khususnya frozen food,” kata Penny dalam sambutannya pada peluncuran Pekan Gelar Pendampingan UMK Frozen Food pada Masa Pandemi secara online yang diikuti Cendana News, Selasa (2/11/2021).

Dan acara terkait regulasi dan penerapan standar-standar yang dilakukan secara lintas sektor memang harus dilakukan karena yang patut memahaminya bukan hanya pelaku usaha juga. Tapi para pelaku hukum.

“Pangan beku merupakan gaya hidup yang kita temui di masa sekarang, terutama di saat pandemi yang mana pembelian online pada pangan olahan siap saji beku meningkat. Kita bicara tak hanya masalah ekonomi saja tapi berkaitan kesehatan karena produknya masuk ke dalam tubuh kita,” ucapnya.

Sehingga sangat penting untuk memastikan mutu, nutrisi dan proses pembuatannya dapat terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

“Masyarakat harus mengetahui hal ini. Bahwa pangan beku yang masa penyimpanannya kurang dari tujuh hari dapat diperdagangkan tanpa membutuhkan izin edar dari BPOM. Tapi tetap harus mencantumkan tanggal pembuatan dan tanggal kadaluarsa. Tentunya produsen harus memahami cara pembuatan produk yang tepat dan menjamin tidak adanya cemaran selama proses produksi,” ucapnya lagi.

Tapi, untuk produk pangan olahan siap saji beku yang masa penyimpanannya lebih dari 7 hari haruslah mendapatkan izin edar dari BPOM.

“Dengan kasus yang baru saja terjadi, menjadi suatu pendorong pada kami bahwa edukasi terkait hal makanan beku ini sangat penting. Sehingga produk beku yang dikonsumsi masyarakat adalah produk bermutu, berkualitas dan terjamin kesehatannya,” tandasnya.

Tangkapan layar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Rita Endang, Apt, MKes, menjelaskan agenda edukasi oleh BPOM untuk pelaku usaha terutama UMKM, dalam peluncuran Pekan Gelar Pendampingan UMK Frozen Food pada Masa Pandemi, Selasa (2/11/2021). -Ranny Supusepa

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Rita Endang, Apt, MKes, menyampaikan pekan gelar pendampingan UMK Frozen Food pada masa pandemi ditujukan untuk menciptakan pelaku dan produk yang berdaya saing dan terlindungi dalam membangun ekonomi rakyat.

“Kegiatan utamanya adalah peluncuran pedoman pangan siap saji terkemas dan pedoman pengolahan dan penanganan makanan beku secara online dan offline. Yang didukung oleh pendampingan balai besar dan loka POM daerah kerja masing-masing,” kata Rita.

Dan diserahkan juga nomor izin edar pangan olahan, sertifikat sistem manajemen keamanan pangan olahan, sertifikat cara produksi pangan olahan yang baik dan sertifikat program manajemen risiko kepada tiga pelaku usaha.

“Juga diselenggarakan pameran dan dialog interaktif bagi usaha mikro kecil. Serta akan ada juga FGD terkait sistem jaminan keamanan siap saji beku dan koordinasi lintas sektor di hari terakhir,” ucapnya.

Ia menyampaikan peserta yang terdaftar adalah 7.884 peserta dan masih terus bertambah hingga akhir acara.

“Harapannya dengan adanya acara ini, setiap pelaku usaha akan dapat mengetahui regulasi terkait pangan siap saji beku, mulai dari persiapan bahan baku hingga tahap distribusi,” pungkasnya.

Lihat juga...