Bukit Soeharto akan Dilengkapi Pemancingan, Cafe, hingga Homestay

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Selain akan dilengkapi wahana anak berupa Water Boom, objek wisata Bukit Soeharto yang berada di desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur rencananya juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung lainnya mulai dari tempat pemancingan, cafe hingga homestay.

Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, selaku pengelola Bukit Soeharto. Foto: Jatmika H Kusmargana

Pengembangan sejumlah fasilitas wisata pendukung tersebut akan dilakukan secara bertahap, sebagai upaya menarik semakin banyak wisatawan agar datang dan berkunjung ke Bukit Soeharto yang merupakan objek wisata baru di kawasan strategis jalan nasional perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan Wahyu Bintoro selaku pengelola, mengaku masih terus berupaya mencari Investor-investor baru guna mewujudkan rencana pengembangan tersebut. Pasalnya tanpa adanya dukungan dana dari investor, rencana pengembangan wisata tersebut akan sulit diwujudkan.

“Untuk rencana pengembangan sebenarnya bayak. Mulai dari kolam pemancingan, rest area yang dilengkapi cafe dan buka selama 24 jam, sampai homestay untuk tempat menginap dan beristirahat wisatawan. Namun semua itu harus dilakukan secara bertahap, sambil mencari dan menunggu pihak investor,” ungkapnya.

Meski gambaran rencana jangka panjang telah disusun, KUD Jaya Mandiri Sejahtera selaku pengelola mengatakan akan tetap fokus melakukan pengembangan jangka pendek kawasan wisata Bukit Soeharto. Sejumlah rencana jangka pendek tersebut antara lain membuat fasilitas utama. Seperti memenuhi kebutuhan air, listrik, toilet pengunjung, kantor hingga lahan parkir yang memadai.

“Paling utama itu air, listrik, toilet, kantor pengeola, dan tempat parkir. Karena saat akhir pekan atau memasuki masa liburan, saat sedang ramai, lahan parkir sudah tidak muat menampung kendaraan pengunjung. Sehingga harus segera disiapkan,” katanya.

Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, tepatnya di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sehingga sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat, pada tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Luasan bukit yang awalnya hanya sekitar 0,7 hektare diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan.

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni lalu, sampai saat ini renovasi dan pembenahan objek wisata Bukit Soeharto masih terus dilakukan. Terakhir adalah membuat wahana baru berupa Water Boom. Selain menjadi alternatif objek wisata keluarga yang menarik, kawasan Bukit Soeharto ini juga telah disulap menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Disamping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok Presidenke 2 RI, HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga diharapkan mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya. Sehingga akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada.

Lihat juga...