Cakupan Vaksinasi di Banyumas Sudah Mencapai 66 Persen

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Memasuki minggu ke dua bulan November, cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banyumas sudah mencapai 66 persen. Dalam dua minggu ke depan, ditargetkan vaksinasi sudah mampu mencapai 70 persen.

Bupati Achmad Husein menyatakan, pihaknya bersama jajaran terkait terus berupaya meningkatkan cakupan vaksin supaya Kabupaten Banyumas bisa turun ke level 1 bulan depan.

“Kita terus tingkatkan vaksinasi, meskipun peminatnya sekarang sudah mulai menurun, tetapi kita upayakan juga untuk jemput bola, karena target kita bulan ini bisa mencapai vaksinasi 70 persen,” kata Bupati, Jumat (12/11/2021).

Lebih lanjut Husein menjelaskan, jika cakupan vaksinasi sudah mencapai 70 persen, selain bisa turun level, herd immunity atau kekebalan populasi juga sudah terbentuk di Banyumas. Bupati berharap selain vaksinasi dari pemerintah daerah, kalangan seperti perguruan tinggi ataupun instansi lain juga turut berpartisipasi untuk menyelenggarakan vaksinasi.

“Jangan sampai kendor, vaksinasi tetap harus digencarkan,” pesannya.

Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, cakupan vaksinasi yang sudah mencapai 66 persen tersebut mencakup lima kelompok, yaitu lansia, petugas pelayanan publik, tenaga kesehatan, masyarakat umum dan kalangan remaja usia 12-17 tahun. Dari kelima kelompok tersebut yang target pencapaian vaksinasi masih di bawah 70 persen yaitu dari kalangan masyarakat umum.

“Untuk kelompok masyarakat umum ini memang agak sulit untuk dipaksa vaksin, sehingga selain menggelar vaksinasi massal, kita juga jemput bola,” jelasnya.

Saat ini untuk capaian vaksinasi di kalangan pelajar yang baru beberapa bulan terakhir dimulai sudah mencapai 74,5 persen. Dari total target sasaran 162.999 pelajar, sebanyak 121.356 pelajar sudah menjalani vaksinasi.

Vaksinasi di kalangan pelajar ini terbilang lebih mudah untuk digerakkan, karena sekolah juga ikut mendorong dan memfasilitasi. Selain itu, pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) juga mensyaratkan siswa harus sudah vaksin terlebih dahulu.

Sedangkan cakupan vaksinasi terendah yaitu untuk kalangan masyarakat umum. Meskipun sudah lebih lama dibuka kesempatan, namun sampai saat ini baru 60,5 persen yang sudah menjalani vaksin. Dari total target sasaran sebanyak 929.911 orang, baru sebanyak 563.034 orang yang sudah menjalani vaksinasi. Untuk kalangan lansia sendiri, vaksinasi sudah mencapai 75 persen, petugas pelayanan publik 78,3 persen dan tenaga kesehatan 135,1 persen.

“Vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan upaya membangun herd immunity, sehingga meskipun sudah vaksin, protokol kesehatan harus tetap diterapkan, memakai masker itu wajib, kemudian rajin mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Kadinkes.

Lihat juga...