Cegah DBD, Puskesmas Kewapante Lepas Ikan Kepala Timah

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Banyak warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih kesulitan mengakses air bersih, termasuk di wilayah Kecamatan Kewapante yang terdiri dari 8 desa.

Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala menyebutkan, akibat kesulitan air, hampir di setiap rumah warga terutama di wilayah perbukitan memiliki bak Penampung Air Hujan (PAH).

“Kami melepas ikan kepala timah di dalam bak PAH agar bisa memakan jentik nyamuk sehingga bisa mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD,” ungkap Theresia saat dihubungi, Senin (8/11/2021).

Theresia menjelaskan, karena banyak bak PAH maka pihaknya memilih  menyebar ikan kepala timah di mana satu bak PAH dilepas 4 sampai 5 ekor ikan yang suka memakan jentik sehingga bak airnya bebas jentik.

Kepala Puskesmas Kewapante, Theresia Angelina Bala saat ditemui di Kantor Desa Kopong, Jumat (5/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, bahkan lumut-lumut di dalam bak tersebut juga ikut dimakan ikan sehingga bak airnya menjadi lebih bersih.

Lanjutnya, tahun 2020 kasus DBD di wilayah Kecamatan Kewapante sebanyak 77 kasus dan tahun 2021 turun menjadi 5 kasus saja.

“Selain berkat penyebaran ikan kepala timah, pemantauan jentik oleh petugas Sahabat Sehat pun berjalan baik. Bila ditemukan jentik nyamuk di setiap rumah maka langsung ditangani sehingga nyamuknya tidak berkembang biak,” terangnya.

Bila ada pasien yang saat berobat di Puskesmas mengalami gejala demam maka sorenya petugas Sahabat Sehat mengunjungi pasien dan selalu mengecek kondisi pasien.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menerangkan, hingga tanggal 25 Oktober 2021 jumlah kasus DBD di Kabupaten Sikka mencapai 117 kasus.

Petrus menjelaskan, jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 620 kasus dan puncaknya tahun 2020 dengan jumlah kasus meningkat drastis menjadi 1.816 kasus.

“Untuk tahun 2021, kasus tertinggi DBD terjadi di bulan Maret sebanyak 40 kasus diikuti bulan Januari 31 kasus, April 19 orang dan Februari 16 kasus, bulan Mei 2 kasus, Juni 4, September 3 serta Juli dan Oktober masing-masing satu kasus,” paparnya.

Lihat juga...