Di Batang, Tunggakan PBB Tembus Rp33 Miliar

Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih -Ant

BATANG – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berdasar akumulasi piutang pajak bumi dan bangunan (PBB) sejak 2002 hingga akhir Oktober 2021, sudah menembus Rp33 miliar.

“Piutang PBB sejak 2002 hingga 2012 sudah mencapai sekitar Rp17, kemudian sisanya, yaitu 2013 hingga 2021 sekitar Rp16 miliar,” kata Kepala BPKPAD, Sri Purwaningsih di Batang, Selasa (23/11/2021).

Menurut dia, sebagian besar piutang PBB tersebut berasal dari masyarakat, karena beberapa alasan tidak membayar pajak bumi dan bangunan.

“Hingga saat ini memang tidak ada sanksi bagi yang tidak membayar PBB, sehingga wajib pajak terkadang mengabaikan untuk membayar pajak,” katanya.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Penagihan, Evaluasi, dan Pelaporan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Anisah, mengatakan tunggakan PBB sekitar Rp33 miliar itu juga karena adanya beberapa data ganda, misalnya warga memecah kepemilikan tanah dan mengajukan sebagai wajib baru, ternyata masih tercatat pada pajak tanah sebelumnya.

“Piutang PBB juga disebabkan perusahan yang bangkrut tidak melakukan pelaporan kepada BPKPAD, dan tanah hilang yang disebabkan tanah longsor maupun dilanda rob, sehingga perhitungan pajak tanah terus berjalan,” katanya.

Anisah mengatakan, realisasi penerimaan pajak hingga per 30 Oktober 2021 sudah mencapai 80,59 persen atau Rp78,64 miliar dari target sebesar Rp97,1 miliar.

Adapun penerimaan pajak, kata dia, antara lain berasal dari PBB, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, parkir, reklame, penerangan jalan, pajak air tanah, dan pajak sarang burung walet.

“Untuk serapan tertinggi berasal dari pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar Rp28 miliar, dan terendah dari pajak sarang burung walet, yaitu Rp30 juta. Kemudian dari sisi persentase, capaian pajak tertinggi berasal dari pajak restoran yang mencapai 105 persen,” katanya. (Ant)

Lihat juga...