Di NTT, Masih Dijumpai Penangkapan Ikan Gunakan Kompresor

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Di perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dijumpai adanya nelayan melakukan penangkapan ikan menggunakan kompresor, padahal aktivitas ini sudah dilarang oleh pemerintah.

Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Yohanes Don Bosco Ricardson Minggo menjelaskan, penggunaan kompesor dalam aktivitas perikanan memang dilarang.

“Kompresor sebagai alat bantu penangkapan ikan memang dilarang dan tertuang dalam UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 21 Tahun 2004 tentang Perikanan,” sebut Bocso sapaannya, Rabu (10/11/2021).

Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Unipa)Maumere, Yohanes Don Bosco Ricardson Minggo saat ditemui di kampusnya, Senin (8/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Bosco menegaskan, dalam pasal 9 undang-undang tersebut dikatakan, “Setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa alat penangkapan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia”.

Menurutnya, kompresor dilarang sebab dapat membahayakan penggunanya dan bisa berakibat kepada kelumpuhan permanen bahkan bisa mengakibatkan kematian.

“Di dalam kompresor biasanya tidak terdapat filter penyaringan udara. Kompresor juga menggunakan oli sintetis yang berasal dari minyak bumi sebagai pelumas kompresornya,” terangnya.

Bosco menambahkan, ketika menggunakan kompresor maka nelayan dalam menyelam tidak terbatas waktunya karena udara selalu dipasok melalui selang yang dihubungkan ke kompresor di atas kapal.

“Ini akan berakibat kepada dekompresi akut bagi nelayan apalagi nelayan menggunakan kompresor yang biasa dipergunakan untuk memompa ban yang mereka modifikasi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Eman salah seorang warga Desa Bubu Atagamu Solor Selatan menyebutkan, aktivitas nelayan yang menggunakan kompresor masih terjadi di Flores Timur.

Eman menjelaskan, saat dirinya bersama beberapa temannya sedang menyelam dan memanah ikan di perairan bagian barat Flores Timur tepatnya di ujung barat Pulau Solor, terdapat sekitar 4 nelayan sedang menyelam menggunakan kompresor.

“Kemarin malam sekitar pukul 22.30 WITA di sekitar pulau tiga wilayah Solor Barat ada kejadian salah satu kapal membawa sekitar 4 orang penyelam. Mereka menyelam menggunakan kompresor,” ujarnya.

Eman menambahkan, di atas kapal yang diduga berasal dari Kabupaten Sikka atau Ende tersebut, juga terdapat beberapa nelayan yang sedang berjaga-jaga.

Dirinya pun melaporkan hal tersebut ke grup Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Flores Timur dan meminta agar aparat berwenang menindaklanjuti laporan tersebut.

“Mohon ditindaklanjuti karena kami nelayan dari  Kecamatan Solor Selatan khususnya Desa Bubu Atagamu merasa terganggu dengan keberadaan mereka. Menurut informasi dari masyarakat Desa Lamawohong diduga nelayan tersebut berasal dari Kabupaten Sikka atau Ende,” ucapnya.

Lihat juga...