Dibuka Menguat, IHSG Berpotensi Ikuti Bursa Global

JAKARTA — Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan berpotensi menguat mengikuti kenaikan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 10,8 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.661,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,01 poin atau 0,21 persen ke posisi 953,45.

“Kami memperkirakan IHSG akan rebound hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Pada penutupan Jumat pekan lalu (12/11), pasar AS bergerak menguat. Isu yang kemungkinan akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini yaitu rilis data penjualan ritel AS dengan konsensus berada di 1,1 persen, rilis data ketenagakerjaan Inggris, dan peningkatan kasus COVID-19 di Eropa.

Sementara itu, pasar komoditas terpantau bergerak variatif. Harga minyak WTI dan Brent masing-masing melemah ke level 80,77 dolar AS per barel dan 81,9 dolar AS per barel.

Sedangkan nikel menguat ke level 19.422 dolar AS per ton, dan CPO menguat ke level 5.405 dolar AS per ton. Sedangkan emas terpantau melemah ke level 1.855 per troy ons.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (14/11) mencapai 339 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,25 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 15 kasus sehingga totalnya mencapai 143.659 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 503 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,1 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 9.018 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 130 28 juta orang dan vaksin dosis kedua 84,16 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 141,97 poin atau 0,48 persen ke 29.751,94, indeks Hang Seng turun 15,84 poin atau 0,06 persen ke 25.312,13, dan indeks Straits Times meningkat 1,32 atau 0,04 persen ke 3.227,13. [Ant]

Lihat juga...