Distan Sikka Salurkan Bantuan Benih Jagung ke Petani

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Menjelang musim tanam 2021/2022, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menyalurkan bantuan benih jagung, padi dan sorgum, bagi para petani di daerah itu.

Saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kristianus Amstrong, menyebutkan penyaluran benih sedang dilakukan.

“Kami salurkan bantuan benih jagung hibrida untuk lahan jagung seluas 7 ribu hektare. Jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 105 ton berasal dari dana APBN,” ujar Amstrong, Senin (15/11/2021).

Menurut Amstrong, selain itu pihaknya juga menyalurkan bantuan benih jagung yang berasal dari dana APBN Tugas Pembantuan (TP) Provinsi NTT sebanyak 15 ton, untuk lahan seluas seribu hektare.

Ia menambahkan, juga ada bantuan benih padi berasal dari dana APBN TP Provinsi NTT bagi lahan seluas 2.000 hektare dengan total benih sebanyak 50 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Kabupaten Sikka, NTT, Kristianus Amstrong, saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Senin (15/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Juga melalui dana APBN TP Provinsi NTT berupa benih sorgum sebanyak 3,5 ton untuk luas tanam 350 hektare.

“Semua bantuan akan disalurkan kepada para petani melalui kelompok tani di masing-masing wilayah. Kami berharap petani bisa memanfaatkan bantuan benih ini dengan baik,” harapnya.

Amstrong menambahkan, ada juga bantuan untuk tanaman hortikultura menggunakan sistem irigasi tetes untuk satu kelompok tani.

“Dari dana APBD Kabupaten Sikka, juga ada bantuan bagi 10 kelompok tani hortikultura yang tersebar di beberapa wilayah,” katanya.

Sementara itu, Fransia Nona, petani jagung di Desa Habi, Kecamatan Kangae, menyebutkan dirinya baru selesai membajak lahan jagung miliknya dan sedang bersiap untuk melakukan penanaman.

Fransia mengaku menanam jagung lokal karena untuk dikonsumsi sendiri, karena bisa lebih tahan lama saat disimpan dibandingkan jagung hibrida atau jagung komposit.

Menurutnya, petani mulai melakukan penanaman jagung mulai pertengahan November 2021 hingga awal Desember 2021 nanti, disesuaikan dengan kondisi hujan.

“Luas lahan saya tidak sampai satu hektare, dan jagung yang saya tanam pun untuk konsumsi sendiri. Makanya, saya memilih menanam jagung jenis lokal seperti jagung manis,” ujarnya.

Lihat juga...