Gandeng Investor, Pengelola Bukit Soeharto Bangun Wahana Water Boom di Atas Bukit

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — KUD Jaya Mandiri Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, terus berupaya mengembangkan objek wisata Bukit Soeharto di Desa Badegan Ponorogo sebagai objek wisata nasional alternatif di Jawa Timur.

Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, selaku pengelola Bukit Soeharto. Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain mendorong pendirian rest area di kawasan jalan nasional yang menghubungkan kota Ponorogo-Wonogiri, KUD Jaya Mandiri Sejahtera selaku pengelola, saat ini juga tengah membangun wahana baru berupa Water Boom, di kawasan objek wisata Bukit Soeharto.

Manager Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, mengaku telah menggandeng sejumlah investor lokal untuk mewujudkan rencana ini. Saat ini proses pembangunan wahana Water Boom di kawasan Bukit Soeharto bahkan telah dimulai dan progresnya sudah mencapai 50 persen.

“Kita sedang mengembangkan wahana anak dan keluarga berupa Water Boom. Pendanaannya dari Investor, mencapai sekitar Rp2 milyar. Progresnya sudah 50 persen rampung. Rencananya Insyaallah tahun baru bisa dibuka. Meskipun kita tetap mengikuti ketentuan pemerintah karena masih dalam situasi pandemi,” ungkapnya kepada Cendananews belum lama ini.

Wahyu mengaku memilih membuka wahana Water Boom sebagai bagian dari objek wisata Bukit Soeharto, karena potensi wisatanya yang cukup besar. Selain tak banyak wahana serupa di sekitar kawasan ini, Water Boom juga diyakini akan mampu menyedot banyak wisatawan karena secara khusus menyasar pengunjung dari kalangan anak-anak dan keluarga.

“Alhamdulillah ada Investor yang tertarik. Meskipun dari segi pembiayaan kemarin agak membengkak, karena Water Boom ini dibangun di kawasan perbukitan. Karena itu kita dan tim saat ini sedang berupaya mencari tambahan dana dari infestor lagi agar pembangunannya makin cepat selesai,” ungkapnya.

Terletak di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, tepatnya di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri, Bukit Soeharto awalnya hanyalah sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian monumen Soeharto. Sejak saat itu bukit ini dinamai dengan Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat, pada tahun 2019 lalu Yayasan Damandiri, yang merupakan yayasan bentukan Pak Harto, mulai melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML). Luasan bukit yang awalnya hanya sekitar 0,7 hektare diperluas menjadi 6 hektar untuk pengembangan.

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni lalu, sampai saat ini renovasi dan pembenahan objek wisata Bukit Soeharto masih terus dilakukan. Selain menjadi alternatif objek wisata keluarga yang menarik, kawasan Bukit Soeharto ini juga telah disulap menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Disamping mampu menjadi pengingat generasi muda saat ini akan sosok Presiden ke 2 RI, HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga diharapkan mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya. Diharapkan akan mampu mengatasi persoalan kemiskinan yang ada di desa Badegan dan sekitarnya.

Lihat juga...