Gundukan Pasir Gunung Kunyit Jadi Wisata Alternatif Warga Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Gundukan pasir berjajar di Kelurahan-Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, menghampar bak gurun di wilayah Timur Tengah. Warga setempat menyebutnya gundukan pasir Gunung Kunyit. Lokasinya mudah dijangkau tepat berada di tepi Jalan Yos Sudarso. Berada di tepi Teluk Lampung, gundukan pasir bukit Kunyit  sejatinya merupakan tumpukan tambang pasir.

Lokasi pasir putih sebagian menyerupai kuarsa telah ditumbuhi ilalang, semak dan rumput liar. Berbagai rumput hijau dengan latar belakang bukit Kunyit yang sebagian masih diambil batu, tanah dan pasir uruk kerap dinikmati warga. Rolika, salah satu warga asal Kelurahan Sukaraja, menyebut spot bukit pasir sangat diminati. Saat sore hari, ia mengajak anggota keluarga datang ke spot wisata menarik tersebut.

Masuk ke kawasan bukit dan pantai Kunyit dengan kendaraan motor, mobil pengunjung dikenai tarif mulai Rp5.000. Akses masuk dengan gerbang besar berbentuk kapal menjadi penanda masuk di belakang area kantor vessel traffic, atau pemantauan lalu lintas kapal di Teluk Lampung. Rolika bilang, menikmati suasana gundukan pasir menyerupai gurun pasir untuk menikmati libur akhir pekan.

“Udaranya sejuk karena berada di tepi pantai cocok untuk mengajak anak-anak menikmati suasana pasir yang nyaris menyerupai gurun, bisa berswafoto dengan latar belakang bukit kunyit atau laut, sehingga bisa untuk diunggah ke media sosial,” terang Rolika, saat ditemui Cendana News, Minggu (21/11/2021).

Rolika, salah satu pengunjung asal Sukaraja, mencari bunga ilalang di gundukan pasir bukit Kunyit, Bumi Waras, Bandar Lampung, Minggu (21/11/2021). –Foto: Henk Widi

Rolika bilang, saat berada di gundukan pasir Bukit Kunyit ia bisa mencari bunga ilalang. Jenis bunga ilalang menarik, unik akan diawetkan memakai lem dan bahan pengawet. Bunga yang dirangkai tersebut, selanjutnya akan digunakan sebagai penghias ruangan memakai vas keramik. Selain menikmati kontur gundukan pasir yang sebagian tinggi, rendah, ia juga bisa menikmati suasana pantai Kunyit.

Usai menikmati gundukan pasir bukit Kunyit, ia menyebut bisa mengajak anak berendam. Fasilitas pelampung dari ban diakuinya menjadi alat untuk menikmati suasana pantai. Kondisi air yang jernih dengan udara sejuk menjadi salah satu kegiatan menyenangkan saat berada di pantai Kunyit. Ia juga menyebut, saat sore sebagian nelayan yang menangkap ikan, udang rebon dan bisa dibeli.

“Usai rekreasi di gundukan pasir bukit kunyit, selanjutnya bisa mandi atau berendam di pantai kunyit,” ulasnya.

Hendrawan, salah satu kerabat menyebut memanfaatkan pantai Kunyit untuk berenang. Kondisi pantai yang memiliki air jernih digunakan olehnya untuk berenang memakai pelampung ban. Pelampung ditali dengan tambatan dermaga kayu berbentuk tangga, agar tidak terbawa arus. Saat sore, ia menyebut kondisi air terasa hangat, sehingga cocok untuk mandi dan menikmati suasana pantai.

“Mengajak anak-anak tetap bisa berenang, namun memilih lokasi yang dangkal dengan tetap diawasi orang tua,” ulasnya.

Pengunjung lainnya, Herwanti, menyebut pantai dan bukit Kunyit cocok untuk menikmati suasana senja. Memiliki waktu libur saat hari Minggu, ia mengajak rekan-rekan untuk menikmati Bukit Kunyit. Spot unik gundukan pasir Kunyit, cocok digunakan untuk mengisi konten tiktok. Hembusan angin, bunga ilalang yang melambai bisa menjadi background atau latar belakang selfie yang menarik.

Herwanti menyebut, usai puas menikmati suasana bukit Kunyit dengan bentuk yang unik, ia bisa duduk di tepi pantai. Pemandangan kapal ferry, kapal kargo berukuran besar di Teluk Lampung menjadi pemandangan menarik.

Saat menjelang senja, ia juga bisa menikmati matahari terbenam di gugusan Gunung Betung. Sembari duduk di sejumlah kursi bambu, ia juga bisa menikmati aktivitas nelayan menarik payang.

Sejumlah jajanan berupa bakso, mi ayam hingga makanan, minuman ringan juga bisa dinikmati. Menikmati makanan, minuman ringan yang disediakan sejumlah pedagang, sebutnya, tepat dinikmati dekat pantai.

Keberadaan talud penahan gelombang dari batuan besar bisa menjadi tempat duduk yang nyaman. Menikmati udara pantai yang sejuk, diakuinya bisa menjadi pelepas penat setelah sepekan bekerja.

Lihat juga...