Harga Minyak Goreng di Lampung Alami Kenaikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Penggunaan margarin sebutnya berfungsi untuk menambah aroma lezat pada kuliner yang dibuat. Selain lebih hemat ia menyebut margarin bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas makanan.

Kenaikan harga minyak goreng kualitas sedang sebut Waginem sebutnya terjadi pada sejumlah pengecer. Modal untuk pembuatan sejumlah kuliner sebutnya lebih banyak dibandingkan saat harga minyak goreng normal.

Selain minyak goreng kenaikan harga sebutnya terjadi pada sejumlah bumbu dapur berupa cabai rawit dan beragam sayuran. Berbagai jenis sayuran dan bumbu yang naik imbas musim penghujan.

“Kenaikan harga yang terjadi pada minyak goreng, sayuran dan bumbu disiasati dengan pengurangan bahan baku,” ulasnya.

Pelaku usaha kuliner lain bernama Happy di Tanjung Karang Timur menyebut sebagian kuliner diolah dengan cara direbus. Sejumlah makanan yang direbus berupa tempe bacam, sayuran yang direbus, telur rebus.

Pedagang nasi uduk tersebut mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng sudah berlangsung sejak dua pekan silam. Sebagai salah satu cara ia menggunakan minyak goreng curah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan.

“Penghematan dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha kuliner untuk menekan biaya produksi,” ujarnya.

Happy bilang kuliner nasi uduk yang dijual sebutnya lebih dikurangi daripada sebelumnya. Normalnya ia menggunakan sebanyak delapan kilogram beras untuk nasi kuning, nasi uduk dan lontong sayur.

Kenaikan harga bahan baku untuk usaha kuliner seperti minyak goreng, bumbu membuat ia memilih mengurangi kuliner yang dijual. Berbagai jenis bumbu ditanam pada pekarangan untuk mengurangi bumbu dengan cara membeli.

Lihat juga...