HGN, SMKN 3 Maumere Beri Penghargaan Bagi Guru Terpilih

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Selain menggelar upacara bendera, SMKN 3 Maumere di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, juga mengadakan berbagai acara untuk memperingati Hari Guru Nasional (HGN), Kamis (25/11/2021).

Kepala Sekolah SMKN3 Maumere, Alfrid Berlin Kedo, menyebutkan HGN kali ini mengusung tema “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

“Kami memberikan penghargaaan kepada para guru sesuai dengan berbagai kriteria, dan merupakan hasil voting yang dilakukan oleh para peserta didiknya,” sebut Alfrid, sapaannya, saat ditemui di sekolah itu usai apel HGN, Kamis (25/11/2021),

Alfrid mengatakan, dalam memperingati Hari Guru Nasional sekaligus Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pihaknya juga melakukan upacara bendera dan pemilihan guru-guru yang masuk nominasi.

Disebutkannya, walaupun sederhana tapi pihaknya menyelenggarakan peringatan ini untuk menghargai harkat dan martabat para guru yang ada di sekolah ini.

Kepala Sekolah SMKN3 Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Alfrid Berlin Kedo, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (25/11/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Pihaknya pun mengadakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan peringatan hari guru ini.

“Makna hari guru yang sebenarnya adalah sebuah momentum untuk merefleksikan, mengintropeksi diri dan implementasikan tugas-tugas guru selama satu tahun mengabdi,” terangnya.

Alfrid menambahkan, Hari Guru Nasional juga sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, karena guru di Indonesia sudah dianggap sebagai sebuah profesi yang mulia.

Lanjutnya, sejak adanya Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, guru dianggap sebagai sebuah jabatan profesional.

Ia bersyukur, dengan adanya aturan ini sebagai upaya pemerintah dan DPR untuk menyejahterakan dan memanusikan guru Indonesia, serta mengangkat martabat guru.

“Adanya undang-undang ini menjamin hak dan kewajiban, serta meningkatkan kompetensi guru dan dosen,” terangnya.

Alfrid pun berharap kepada para guru SMK Negeri 3 Maumere, agar lebih meningkatkan pembinaan karakter kepada para peserta didiknya.

Menurutnya, maraknya penggunaan media sosial (medsos), akan mempunyai dampak yang besar terhadap pendidikan.

Ia juga meminta para guru, agar jangan hanya melihat kepada materi pembelajaran, pengetahuan atau keterampilan saja, tetapi harus masuk kepada karakter untuk membentengi anak-anak dalam penggunaan media sosial.

“Karena sekolah ini berbasis teknologi, jadi harapan saya ke depan anak-anak harus dibentengi dengan nilai-nilai etika, baik secara hukum maupun keagamaan,” pesannya.

Alfrid juga mengharapkan, guru lebih giat dalam membentuk karakter muridnya, agar tidak terlibat dalam kegiatan yang bersifat melanggar tata krama di medsos, termasuk pornografi dan pornoaksi.

Sementara itu, Helena Yunita M. Doren yang meraih penghargaan guru paling hits, mengaku senang dengan adanya kegiatan peringatan hari guru dan penghargaan kepada para guru.

Helena menyebutkan, meskipun hadiahnya tidak seberapa, namun penghargaan dari sekolah merupakan sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan uang, karena memiliki kepuasan tersendiri.

“Meskipun hadiahnya tidak seberapa, namun kami bersyukur karena ini merupakan sebuah bentuk penghargaan, penghormatan kepada guru,” ujarnya.

Sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah juga telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Kepres tersebut menetapkan Hari Lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Lihat juga...