Hingga November 2021, KPPBC Kudus Ungkap 86 Kasus Pelanggaran Pita Cukai Rokok

KUDUS — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, selama Januari hingga November 2021 berhasil mengungkap sebanyak 86 kasus pelanggaran pita cukai rokok.

“Jumlah barang bukti yang disita mencapai 12.756.615 batang rokok,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Dwi Prasetyo Rini di Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan jutaan batang rokok yang disita didominasi rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) apabila dibandingkan rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT).

Dari 12,75 juta batang rokok ilegal tersebut, nilainya diperkirakan mencapai Rp13 miliar, sedangkan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp8,57 miliar.

Modus pengiriman barang ilegal tersebut bermacam-macam, mulai dari pengiriman menggunakan paket jasa pengiriman, kendaraan pribadi, transportasi umum hingga menggunakan truk kontainer yang dicampur dengan komoditas pokok masyarakat untuk mengelabui petugas.

Kasus terbaru, Tim KPPBC Kudus berhasil mengungkap pengiriman rokok ilegal menggunakan truk yang mengangkut mebel pada 3 November 2021 di Jalan Raya Welahan-Demak, Jawa Tengah.

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan 10 koli rokok ilegal sudah dikemas tanpa dilekati pita cukai dengan berbagai merek disembunyikan di bawah tumpukan mebel.

Adapun total barang bukti yang ditemukan 240.000 batang rokok ilegal dengan estimasi nilai barang Rp244,8 juta dan potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp160,88 juta.

Seluruh barang hasil penindakan beserta sopir dan kernet serta sarana pengangkut dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan mebel dipindahkan ke sarana pengangkut lain. [Ant]

Lihat juga...