IHSG Ditutup Menguat Meski Sempat Tertekan Naiknya COVID-19 di Eropa

JAKARTA  — Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup menguat tipis, meski sempat tertekan naiknya kasus COVID-19 di Eropa.

IHSG menguat 3,12 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.723,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 stagnan di posisi 963,64.

“Katalis negatif bagi IHSG hari ini yaitu terkoreksinya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring dengan munculnya kekhawatiran investor terhadap melonjaknya kasus COVID-19 di Eropa,” tulis Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin.

Sementara itu katalis positif bagi IHSG hari ini yaitu surplusnya transaksi neraca berjalan kuartal III 2021 yang ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang yang naik signifikan.

Transaksi berjalan pada kuartal III 2021 mencatat surplus 4,5 miliar dolar AS atau 1,5 persen dari PDB setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit 2 miliar dolar AS atau 0,7 persen dari PDB.

Kinerja positif itu didorong oleh surplus neraca barang yang meningkat akibat kenaikan ekspor nonmigas sejalan dengan masih kuatnya permintaan dari negara mitra dagang dan berlanjutnya kenaikan harga komoditas ekspor utama di pasar internasional.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori negatif, namun menguat pada satu jam jelang penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,35 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan masing-masing 0,84 persen dan 0,33 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu 1,16 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor teknologi masing-masing turun 0,83 persen dan 0,73 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp21,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.399.561 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,54 miliar lembar saham senilai Rp14,3 triliun. Sebanyak 228 saham naik, 299 saham menurun, dan 143 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 28,24 poin atau 0,09 persen ke 29.774,11, Indeks Hang Seng turun 98,63 poin atau 0,39 persen ke 24.951,34, dan Indeks Straits Times meningkat 4,74 atau 0,15 persen ke 3.237,08. [Ant]

Lihat juga...