Indonesia Mendapat Delapan Juta Vaksin Sinovac

Petugas kargo membongkar muat vaksin COVID-19 dari Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/11/2021). -FOTO DOK ANT

JAKARTA – Indonesia kedatangan dua tahap sekaligus vaksin COVID-19 jenis Sinovac, dengan total delapan juta dosis. Vaksin Sinovac yang datang dalam bentuk jadi, akan digunakan untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 nasional.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, vaksin tahap ke-121 tiba pada Jumat (12/11/2021), dalam jumlah empat juta dosis. Sementara untuk pengiriman tahap ke-122, dalam jumlah yang sama tiba di Tanah Air pada Sabtu (13/11/2021) ini. “Lancarnya kedatangan vaksin membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal,” kata Nadia, Sabtu (13/11/2021).

Dengan kedatangan delapan juta vaksin tersebut, ketersediaan vaksin di Indonesia diklaimnya saat ini aman. Pemerintah sudah berkomitmen untuk terus mendatangkan vaksin, dalam rangka mengamankan ketersediaan vaksin di Indonesia untuk melindungi rakyatnya.

Jumlah penduduk Indonesia yang telah divaksinasi terus bertambah. Pemerintah menargetkan sampai akhir 2021, setidaknya 123 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Nadia menyebut, vaksinasi bukan sekadar upaya melindungi diri. Melainkan juga untuk melindungi keluarga dan seluruh masyarakat. “Segera lakukan vaksinasi untuk melindungi kita dari risiko sakit berat jika terinfeksi virus COVID-19 dan juga mencegah terjadinya lonjakan kasus,” ujarnya.

Banyak negara Eropa, saat ini mengalami lonjakan kasus COVID-19. Rusia mengalami lonjakan kasus dengan lebih dari 35.000 kasus baru terdeteksi dalam 24 jam terakhir. “Belajar dari situ, kita harus disiplin protokol kesehatan dan segera lakukan vaksinasi. Ketersediaan vaksin aman,” tuturnya.

Nadia juga mengajak seluruh pimpinan daerah, untuk bergerak lebih aktif memantau setiap parameter penanganan pandemi secara berkala, agar bisa mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Parameter yang dimaksud seperti, jumlah kasus aktif, positivity rate, dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR). Pemerintah daerah juga harus memperkuat cakupan vaksinasi, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di berbagai tempat, seperti mal, kafe, pasar, dan tempat wisata. “Semua pihak harus berperan dalam penegakan protokol kesehatan sebagai bentuk antisipasi penularan COVID-19,” kata Nadia. (Ant)

Lihat juga...