Jakpro: Dugaan Korupsi JIP tidak Terkait Perusahaan Induk

Ilustrasi -Ant

JAKARTA – Manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo 
(Perseroda), menegaskan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pimpinan anak perusahaannya, yakni Direktur Utama PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) berinisial AP, tidak terkait langsung dengan perusahaan induk.

“Perkara ini harus ditekankan kasus yang terjadi di JIP secara hukum memiliki entitas berbeda dengan Jakpro,” kata Legal PT Jakarta Propertindo​​​ (Jakpro), Agus Jayaputra di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Agus menjelaskan, Jakarta Propertindo (Jakpro) hanya memberikan pinjaman anggaran kepada anak perusahaannya, PT JIP, untuk mengerjakan proyek pembangunan menara dan infrastruktur “Gigabit Passive Optical Network” (GPON).

Adapun seluruh proses, baik pengadaan, pengerjaan proyek hingga penggunaan anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab manajemen PT JIP.

“Uang pinjaman Jakpro tidak hilang karena tercatat sebagai piutang,” ujar Agus.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Jakpro, Nadia Disposanjoyo, mengatakan Jakpro mendukung penyidik Bareskrim untuk proses hukum yang sedang berjalan terhadap PT JIP.

Nadia menambahkan, manajemen Jakpro telah menjalankan program penyempurnaan prosedur pinjaman anggaran, pencairan dana hingga investasi pengerjaan proyek untuk mencegah tindak pidana korupsi pada perusahaan BUMD DKI itu, dan seluruh anak perusahaannya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri, telah menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), Ario Pramadhi, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur menara serta GPON oleh PT JIP pada 2017-2018.

Lihat juga...