Jamintel Pantau Proyek BIZAM dan Bypass Mandalika

MATARAM – Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI, Sunarta, memantau pengerjaan proyek pengembangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan Bypass Mandalika, yang kini menjadi salah satu infrastruktur penunjang suksesnya perhelatan MotoGP 2022 mendatang di Sirkuit Mandalika.

Juru Bicara Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, Dedi Irawan, membenarkan adanya kegiatan Jamintel Kejagung RI Sunarta beserta rombongan yang memantau langsung pengerjaan proyeknya di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kegiatannya dalam rangka monitoring,” kata Dedi Irawan di Mataram, Jumat (26/11/2021).

Pemantauannya dilaksanakan bersama pihak Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian PUPR Wilayah Kerja NTB. Tomo Sitepu sebagai Kepala Kejati NTB, dikatakan Dedi turut mendampingi rombongan.

Dedi menjelaskan, pemantauan dua pekerjaan yang masuk dalam proyek strategis nasional ini untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai petunjuk dan tidak ada pelanggaran.

Dalam kegiatannya, rombongan mengunjungi titik-titik pekerjaan, di antaranya areal terminal BIZAM, pekerjaan jalan Bypass Mandalika dan meninjau Mandalika International Street Circuit di Kabupaten Lombok Tengah.

Proyek pengembangan BIZAM berjalan dengan pagu anggaran Rp1,15 triliun. Item pekerjaannya berkaitan dengan perluasan terminal bandara dan fasilitas kargo, perpanjangan landasan pacu dan fasilitas pendukung, pembangunan apron barat, penataan pengunjung bandara, areal parkir dan renovasi terminal.

Sementara untuk pekerjaan pembangunan Bypass Mandalika paket I dengan pagu anggaran Rp199,77 miliar. Paket pekerjaan jala sepanjang 4,3 kilometer ini dikerjakan PT Nindya Karya dan PT Bumi Agung dengan kerja sama operasional.

Selanjutnya proyek Bypass Mandalika paket II senilai Rp353,8 miliar yang dikerjakan PT Adhi Karya-PT Metro (KSO). Paket ini berkaitan dengan pekerjaan jalan sepanjang 9,7 kilometer. Kemudian Jalan Bypass Mandika paket III sepanjang 3,36 kilometer dengan nilai Rp152,4 miliar dikerjakan PT Yasa Patria Perkasa. (Ant)

Lihat juga...