Jualan di Kawasan Wisata Bukit Soeharto, Pendapatan Umi Meningkat Drastis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PONOROGO — Keberadaan Bukit Soeharto yang dibangun Yayasan Damandiri melalui KUD Jaya Mandiri Sejahtera di desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur sejak beberapa tahun terakhir benar-benar mampu memberikan manfaat luar biasa di bidang ekonomi bagi masyarakat maupun warga sekitar.

Selain mampu menjadi icon wisata desa terpencil Badegan yang terletak perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bukit Soeharto, dengan sejumlah fasilitasnya diketahui juga mampu membuka lapangan kerja baru, serta menjadi ladang penghidupan bagi warga sehari-hari .

Seperti dirasakan salah seorang warga desa Bagedan Umi (40). Ibu rumah tangga satu ini merupakan satu dari puluhan pelaku UKM lainnya yang biasa berjualan di kawasan wisata Bukit Soeharto. Setiap hari ia biasa menggelar lapak dagangannya di lokasi khusus yang memang disediakan KUD Jaya Mandiri Sejahtera selaku pengelola.

“Sebelum berjualan di sini, saya dulu berjualan di desa Badegan. Karena berlokasi di tengah desa, otomatis sepi. Tak banyak pembeli yang datang. Sehingga begitu Bukit Soeharto ini selesai dibangun, saya langsung pindah jualan disini,” katanya.

Sejak berjualan di kawasan wisata Bukit Soeharto, Umi mengaku mengalami kenaikan omset penjualan secara signifikan. Jika dulu omset dagangannya hanya berkisar sekitar Rp50 ribu per hari, kini meningkat drastis hingga mencapai Rp100 ribu per hari.

“Alhamdulillah disini lebih ramai. Karena dekat dengan jalan nasional serta tempat wisata. Apalagi kalau akhir pekan dan hari libur,” ungkapnya wanita yang sehari-hari berjualan nasi pecel, soto hingga aneka minuman seperti es dan kopi ini.

Umi mengaku hanya bisa berharap agar situasi pandemi Covid-19 serta penerapan PPKM Darurat dapat segera berakhir. Sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Bukit Soeharto. Yang secara otomatis juga akan mampu meningkatkan omset penjualan warungnya.

Lihat juga...