Kain Tradisional Miliki Potensi Besar Dikembangkan

JAKARTA – Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Josua Puji Mulia Simanjuntak, mengatakan wastra atau kain tradisional sebagai bagian dari industri kreatif memiliki potensi besar seiring banyaknya perajin andal.

“Sebagai bagian dari industri kreatif, wastra memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih luas lagi,” kata Josua dikutip dari keterangan pers, Minggu (21/11/2021).

“Kemenparekraf mendukung penciptaan craftmanshift andal dan menggali kompetensi perajin untuk mengangkat kearifan lokal dalam setiap karya-karyanya, serta mendampingi para pelaku kreatif dalam mengembangkan bisnisnya,” ujarnya menambahkan.

Pengembangan kemampuan bagi perajin tenun pun giat dilakukan melalui sejumlah pelatihan, hingga seminar web dari berbagai pihak terkait.

“Kami mengapresiasi berbagai program yang dilakukan dalam mengembangkan dan memberi ruang bagi industri mode lokal, serta komunitas lokal untuk menciptakan ekosistem yang inovatif,” kata Josua.

Praktisi usaha wastra yang juga pendiri Toba Tenun Sejahtra, Kerri Na Basaria, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri kreatif (mode) berbasis budaya, tradisi, dan komunitas melalui program kerja pelestarian, pelatihan, dan pengembangan komunitas.

“Kami mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi yang dimiliki Indonesia, baik sumber daya alam, maupun keterampilan dan inovasi para pelaku usaha bahwa wastra Nusantara mampu bersaing di pasar global dan dapat berkontribusi terhadap perekonomian negara,” kata Kerri.

“Bersama mitra strategis yang turut kami hadirkan sebagai narasumber, kami harap dapat membangkitkan optimisme para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi, dan tetap berinovasi untuk menghadirkan produk berbasis wastra yang berkualitas dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Josua dan Kerri terlibat dalam Webinar Nasional Tobatenun. Terdapat tiga sesi webinar dengan beragam topik. Sesi pertama webinar mengambil tema “Memikat Muda-Mudi dalam Budaya dan Tradisi Wastra”.

Kemudian sesi ke dua dalam webinar mengangkat tema “Ekosistem Produk Mode Berbasis Wastra dan Eksistensi Komunitas Budaya”, dan sesi ketiga berdiskusi terkait “Potensi dan Kontribusi Wastra Dalam Ekonomi Kreatif”. (Ant)

Lihat juga...