Kasus Positif Covid-19 di Banyumas Tersisa 18 Orang

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas tinggal tersisa 18 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus terendah sepanjang pandemi Covid-19 berlangsung. Sehingga Banyumas optimis bisa mencapai zero Covid-19 jika tren penurunan kasus terus terjaga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, dari 18 kasus positif Covid-19 tersebut, hanya 8 orang yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 10 orang lainnya, hanya menjalani isolasi mandiri.

“Jumlah kasus positif Covid-19 terus mengalami penurunan dan saat ini termasuk jumlah kasus terendah selama pandemi. Jika terus menurun, maka kita optimis bisa mencapai zero Covid-19, minimal pada akhir bulan ini,” katanya, Jumat (5/11/2021).

Hingga hari kelima bulan November ini, lanjut Sadiyanto, ada penambahan kasus positif sebanyak 5 orang. Dan untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia pada minggu pertama bulan November ini ada 2 orang.

Lebih lanjut Sadiyanto memaparkan, untuk penambahan kasus memang belum bisa sepenuhnya diredam. Sebab, mobilitas masyarakat sekarang ini sudah mulai tinggi, seiring dengan penurunan level Banyumas menjadi level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Terlebih lagi penerapan protokol kesehatan juga mulai menurun.

“Sebenarnya pada kondisi sekarang, jika mobilitas mulai tinggi namun masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, maka penambahan kasus positif bisa ditekan sampai 0,” tuturnya.

Dari data Dinkes Kabupaten Banyumas,tren penurunan kasus positif Covid-19 ini mulai terjadi sejak bulan Agustus lalu. Selama bulan Agustus penambahan kasus positif Covid-19 ada 3.624 orang, bulan September menurun hanya ada penambahan 773 orang dan bukan Oktober kemarin kembali menurun hanya 144 penambahan kasus positif Covid-19.

“Dan pada bulan November ini, sampai memasuki hari kelima ada penambahan 9 kasus positif, sehingga ini perlu diwaspadai kembali, jangan sampai ada lonjakan kasus lagi, karena itu saya tidak bosan untuk mengingatkan tentang prokes,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Purwokerto, Dika mengatakan, saat ini ada kecenderungan masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan, terutama dalam penggunaan masker. Beberapa kali ia mengaku menjumpai penjual makanan yang tidak menggunakan masker.

“Kemarin mau membeli makanan, penjualnya tidak menggunakan masker, waktu saya tanya, jawabnya ringan sekali, katanya Covid-19 sudah hilang. Hal ini cukup mengkhawatirkan sebenarnya, jadi sebaiknya kampanye penerapan protokol kesehatan digencarkan lagi oleh pemerintah,’ katanya.

Lihat juga...