Keindahan Pantai Kunjir Sukajaya Lempasing, Magnet Wisatawan Lokal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pantai berpasir putih, bebatuan, perbukitan dan keindahan Teluk Lampung jadi view menarik pantai Kunjir.

Pantai tersebut berada satu garis dengan pantai Mutun. Terletak di dekat kota Bandar Lampung bisa ditempuh hanya dalam waktu setengah jam. Akses menuju pantai cukup mudah dengan kendaraan roda dua, roda empat bisa menjangkau lokasi.

Firmansah, salah satu pengunjung menyebut pantai bisa diakses melalui jalan pantai Mutun. Berangkat dari perbatasan kota Bandar Lampung dan Pesawaran, akses mulus Jalan RE. Martadinata, Jalan Way Ratai cukup nyaman.

Firmansah (kiri) dan rekan-rekan menikmati suasana pantai Kunjir atau dikenal pantai Kebo sebagian milik almarhum Abdul Azis di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Minggu (7/11/2021) – Foto: Henk Widi

Infrastruktur penunjang memberi kenyamanan wisatawan yang akan datang ke pantai Kunjir di Desa Sukajaya, Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan.

Firmansah yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur memilih rekreasi di pantai tersebut. Sajian perbukitan menyambut wisatawan yang datang berpadu dengan padang rumput ilalang.

Pantai Kunjir sebutnya sebagian dikenal warga setempat dengan pantai Adul Azis merujuk pada kepemilikan aset pantai. Sebagian warga menyebut pantai kebo atau kerbau sesuai lokasi yang dahulu jadi ladang penggembalaan kerbau.

“Menyusuri jalan lintas pesisir dari kota Bandar Lampung sangat dekat didukung oleh jalan mulus aspal sebagian dengan cor rigid beton, cocok dikunjungi dengan kendaraan motor karena jalan menuju pantai masih berbatu dan berlumpur apalagi saat penghujan,” terang Firmansah saat ditemui Cendana News, Minggu (7/11/2021).

Firmansah bilang selain infrastruktur yang mulai memadai, pantai Kunjir menghadirkan keindahan mempesona. Jajaran perbukitan sebagai latar belakang berpadu dengan pantai jernih. Hamparan rumput menghijau sebagian berupa ilalang menyerupai padang savana menyambut.

Lokasi itu kerap jadi tempat foto prewedding. Nyiur melambai yang menjadi peneduh sebagian menyejukkan suasana pantai. Pasir putih dengan ombak tenang menjadi tempat bersantai, swafoto, berenang.

Firmansah bilang saat hari biasa pantai tersebut terbuka untuk umum tanpa harus membeli tiket. Namun saat hari libur dan akhir pekan, sebagian dikelola dengan parkir motor dan mobil. Tarif parkir kendaraan sebutnya normal mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000.

Beberapa warga sebutnya menyediakan fasilitas tempat bersantai berupa saung, penyewaan tikar, penyewaan ban pelampung. Toilet, tempat bilas setelah mandi juga disiapkan.

“Semua fasilitas disediakan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung yang didominasi oleh wisatawan lokal,” ulasnya.

Pantai Kunjir dalam sebutan lokal atau pantai kebo diakui Firmansah juga jadi lokasi favorit pehobi memancing. Sejumlah pehobi mancing sebutnya memanfaatkan area dekat pantai yang dipenuhi dengan penahan ombak dari batu.

Lokasi pantai tersebut sebagian digunakan nelayan, warga untuk sandar perahu penyeberangan ke pulau Tangkil. Pulau Tangkil menjadi salah satu spot untuk wisata bahari tepat di seberang Desa Sukajaya.

Valentina, warga asal Hanura Pesawaran menyebut memilih pantai Kunjir atau pantai kebo untuk rekreasi. Pilihan disebutnya karena pantai itu gratis dan terbuka untuk umum.

Meski fasilitas belum selengkap pantai lain yang dikelola, ia justru cukup nyaman dengan suasana yang hening. Jajaran pohon kelapa yang melambai dan air pantai jernih jadi spot untuknya berswafoto.

“Kami datang rombongan dengan motor sebagian ada yang renang dan mandi di pantai untuk melepas penat akhir pekan,” ulasnya.

Pantai yang menyediakan fasilitas saung juga diakui Valentina cocok untuk acara keluarga. Lahan luas ditumbuhi rumput menghijau menjadi tempat untuk menghamparkan tikar.

Sebagian pengunjung yang membawa anak-anak bisa berenang memakai pelampung ban. Acara keluarga dengan bakar ikan, bancakan dan makan bersama bisa dilakukan di hamparan rumput.

Salah satu warga, Hendra, mengaku ia memanfaatkan peluang untuk menyediakan penyewaan ban, tikar. Sebagai pantai yang dekat dengan kota Bandar Lampung pengunjung didominasi warga lokal. Sebagai pantai yang dekat dengan jalan lingkar pesisir kunjungan kerap meningkat saat akhir pekan.

Penyewaan ban sebutnya dipatok mulai Rp10.000 hingga Rp20.000. Air jernih dengan pantai dangkal kerap jadi destinasi sejumlah keluarga.

Sebagai pantai di Teluk Lampung ia menyebut sajian pemandangan cukup indah. Kota Bandar Lampung dengan gedung pencakar langit yang indah terlihat apik dari tepi pantai.

Sejumlah pengunjung yang akan menikmati suasana pulau Tangkil juga kerap menyewa perahu dari pantai tersebut.

Kesejukan angin dan pepohonan rindang cocok jadi tempat bersantai melepas penat setelah sepekan bekerja.

Lihat juga...